Per Juli 2017 Jumlah Orang Miskin di Indonesia Meningkat

JAKARTA –  Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan dalam 6 bulan terakhir angka kemiskinan di Indonesia per Juli 2017 meningkat 6.500 orang. Peningkatan tersebut menjadikan 10,69 persen rakyat Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan.

Menurut Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Eni Srihartati mengatakan bahwa peningkatan tersebut disebabkan oleh salah kelola otonomi daerah. Permasalahan tersebut dibiarkan berlarut-larut hingga menyebabkan penduduk miskin meningkat hingga ketimpangan yang terus melebar.

Hal tersebut bisa dilihat dari sektor keuangan, dimana pertumbuban sektor keuangan dan rill tidak sinkron. Eni menambahkan ditarik benang merahnya separuh simpanan di Bank hanya dimiliki oleh segelintir orang yang memegang pengaruh.

“Sekarang daya beli masyarakat menurun. Lihat saja habis lebaran penjualan ritel tidak hanya melambat tetapi minurun,” ungkap Eni dalam paparannya di acara Seminar INDEF bertajuk “Mengurai Solusi Ketimpangan” di Jakarta (19/7).

Hal senada juga diamini oleh Wakil Direktur INDEF Eko Listiyanto. Menurutnya peningkatan kemiskinan juga disebabkan oleh penarikan subsidi di sejumlah pos, sementara ekonomi masyarakat masih lemah. Implikasinya dapat membebani rakyat untuk menjemput kesejahteraan.

Eko melanjutkan bahwa kemiskinan yang terjadi juga dipicu oleh salah strategi pemerintah yang mengedepankan pembangunan yang memiliki efek jangka panjang.

“Sekarang pemerintah justru gencar membangun infrastruktur. Memang berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi tetapi jangka panjang. Sedangkan rakyat membutuhkan kebijakan jangka pendek yang cepat berdampaknya,” ucap Eko

Solusinya menurut Eko pemerintah harus bisa mengeluarkan solusi jangka pendek yang bisa menyentuh tidak hanya di bagian hulu tetapi juga hilir. Hadirnya BPJS, KIP dan Raskin sudah sangat baik, namun harus ditopang dengan penyediaan lapangan kerja untuk masyarakat.

“Di sektor hilir sudah baik karena ada raskin, KIP dan lainnya. Tetapi pemerintah harus sentuh hulu dengan menyediakam lapangan kerja,” jelas Eko. (JarotS/HA)

Sumber:Antara

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Al Ghazali dan Dendam Anak-Anak Revolusi

Di masa Orde Baru adalah anak-anak yang bapak/ibunya dibunuh atau dipenjarakan Suharto. Di masa ini mereka adalah anak-anak yang bapaknya dipenjarakan Jokowi karena berbeda pandangan politik.

Wanita Muda Kaki Sering Kesemutan dan Perut Bagian Bawah Sakit, Gejala Apa?

Dokter, sudah 4 hari ini kaki saya terasa kebas dan gampang kesemutan. Juga perut saya bagian bawah terasa sakit. Kira-kira sakit apa ya dok?

Petani dan Musim Semi

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Sambut Festival Belanja Lajang 11.11, Ecovacs Robotics Beri Promo Diskon Hingga 55%

Perusahaan penyedia Robot Rumah Tangga, ECOVACS ROBOTICS, akan meberikan promos diskon besar-besaran hingga 55% untuk berbagai produk unggulan seperti DEEBOT OZMO T8 AIVI, DEEBOT OZMO T8, dan DEEBOT U2 PRO.

150 Ide Bisnis Terbaik Siap Bersaing dalam DSC XI

Program Initiator DSC XI, Edric Chandra mengungkapkan dii tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil lantaran pandemi COVID-19, semangat gerakan wirausaha justru diterima oleh DSC XI.

Kembali Terjadi, Ratusan Kader Militan PDIP Alihkan Dukungan ke Machfud-Mujiaman

Kader yang tergabung dalam kelompok yang menamakan diri Banteng Ketaton tersebut mendeklarasikan dukungannya pada Ahad (8/11) kemarin di daerah Pandegiling yang dikenal sebagai jantungnya PDI Perjuangan di Surabaya.

Tekan Hoaks Selama Pilkada 2020, AMSI Gelar Cek Fakta di 16 Wilayah

Kegiatan Cek Fakta sebagai bentuk kontribusi AMSI kepada publik dengan memberikan informasi yang bermutu selama masa Pemilihan Kepala Daerah 2020 dan menekan hoaks (mis/disinformasi) yang berpotensi beredar selama berlangsungnya masa kampanye dan Debat Pilkada 2020.

TERPOPULER