Sejumlah Pejabat Kemenhub Terima ATM Dari Pengusaha

0
108
Suap
Ilustrasi suap

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Setidaknya dua pejabat di Direktorat Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menerima kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) berisi uang ratusan juta dari Komisaris PT Adhiguna Keruktama Adi Putra Kurniawan.

“Iya, menerima ATM pada Juli 2017 saat saya mau pindah ke Surabaya,” kata Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak Surabaya Mauritz HM Sibaran di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (4/12).

Mauritz bersaksi untuk terdakwa Komisaris PT Adhiguna Keruktama Adi Putra Kurniawan yang didakwa menyuap Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Antonus Tonny Budiono sebesar Rp 2,3 miliar karena terkait pelaksanaan pekerjaan pengerukan pelabuhan dan Surat Izin Kerja Keruk (SIKK).

Dalam dakwaan disebutkan bahwa Adi Putra Kurniawan membuka beberapa rekening di Bank Mandiri menggunakan KTP palsu dengan nama Yongkie Goldwing dan Joko Prabowo sehingga pada 2015-2016 membuat 21 rekening di bank Mandiri cabang Pekalongan dengan nama Joko Prabowo dengan tujuan agar kartu ATM-nya dapat diberikena kepada orang lain yaitu anggota LSM, wartawan, preman di proyek lapangan, rekan wanita dan beberapa pejabat di kementerian Perhubungan.

Mauritz adalah salah satu pejabat yang menerima uang dalam ATM tersebut. Penerimaan itu terjadi pada Juli 2017 saat ia menjabat sebagai Direktur Kepelabuhan dan Pengerukan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, namun pada Juli tersebut ia dipindah menjadi Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak.

“Saya ambil Rp 88 (juta) tapi sudah saya kembalikan ke KPK, lalu ATM-nya saya buang,” ungkap Mauritz.

Saat itu Mauritz mengetahui saldo di dalam ATM adalah sekitar Rp 100 juta. Ketika pemberian, Mauritz mengenal Adi Putra dengan nama Yeyen.

“Pak Yeyen kasih ATM ke saya untuk bantuan saya pindah ke Surabaya karena uang untuk pindah saya terlambat,” tambah Mauritz.

Pemberian itu juga bukan yang pertama kalinya.

“Dulu pernah diberikan 2014, tapi saya tolak karena tidak berani, nah yang kedua saya terima bantuannya karena untuk pindah, bukan terkait yang lain,” tambah Mauritz.

Selain Mauritz, pejabat Kemenhub yang menerima ATM dan mempergunakannya adalah Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Pulang Pisau Otto Patriawan.

“Iya saya menerima ATM, saat itu pekerjaan perusahaan sedang berlangsung,” kata Otto yang juga menjadi saksi dalam sidang tersebut.

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
Sriwijaya FC

Sriwijaya FC Targetkan Juara Piala Indonesia 2018

PALEMBANG, SERUJI.CO.ID - Sriwijaya FC menargetkan juara di ajang Piala Indonesia 2018 yang akan bergulir pada pertengahan Juli mendatang dan sebelumnya telah tiga kali menjuarai...
Penggelapan dana

Jadi Tahanan KPK , Dua Cawali Malang Terancam Tidak Mencoblos

MALANG, SERUJI.CO.ID -  Dua calon Wali Kota Malang (Cawali), masing-masing Ya'qud Ananda Qudban dan Moch Anton terancam tidak bisa menggunakan hak politiknya dan mencoblos pada...

Polisi Kerahkan Ratusan Personel Amankan Pilgub Jateng

BANJARNEGARA, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Resor Banjarnegara akan menyiagakan sekitar 435 personel untuk mengamankan jalannya Pemilihan Gubernur Jawa Tengah yang akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018...

FIFA Bantah Kasus Doping Pemain Rusia

RUSIA, SERUJI.CO.ID -  FIFA pada Ahad (24/6) menolak laporan media Inggris yang menyatakan adanya kasus doping yang ditutup-tutupi di antara pemain sepak bola tim nasional...
Orang tenggelam

Wisatawan Danau Tambing Dilaporkan Hilang Tenggelam

PALU, SERUJI.CO.ID - Seorang pengunjung obyek wisata Danau Tambing, di Kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL), Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, dilaporkan tenggelam saat menikmati keindahan...