Sebanyak 60 Koperasi Dibubarkan Kemenkop, Ini Alasannya

SUKABUMI, SERUJI.CO.ID – Sebanyak 60 koperasi di Kota Sukabumi, Jawa Barat dibubarkan Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) RI karena terdata sudah tidak aktif dan tidak beraktivitas lagi.

“Kami sudah menerima informasi tentang rencana pembubaran 60 koperasi tersebut dari Kemenkop UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Sukabumi Ayep Supriatna di Sukabumi, Senin (27/8).

Namun demikian, pihaknya akan melakukan verifikasi terlebih dahulu kepada puluhan koperasi tersebut. Dibubarkannya koperasi itu karena pengurusnya kemungkinan belum memahami berbagai persyaratan dan kriteria yang harus dipenuhi oleh pengurus.

Menurutnya,jumlah koperasi saat ini mencapai 314 unit, dari jumlah tersebut sebanyak 103 koperasi dibubarkan oleh Kemenkop UKM, karena sudah tidak aktif lagi yang didominasi koperasi kecil yang mengalami kesulitan dalam penyediaan permodalan hingga pemasaran dan sumber daya manusia (SDM).

Sehingga dengan adanya pembubaran koperasi oleh Kemenkop UKM jumlah koperasi yang dibubarkan bertambah menjadi 163 unit. Tetapi,untuk koperasi besar semakin maju dan berkembang bahkan banyak yang sudah memiliki aset miliaran rupiah.

“Kunci sukses mengelola koperasi ada di SDM dan permodalan serta profesionalisme, sebab selama ini koperasi yang dibubarkan karena manajemen dalam pengurusannya tidak aktif dan kurang profesional,” tambahnya.

Ayep mengatakan pihaknya rutin melakukan pembinaan ke setiap koperasi yang aktif sekaligus memberikan imbauan agar pengurus koperasi rutin melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT) yang harus dilaporkan ke pihaknya, karena RAT merupakan salah satu kewajiban bagi koperasi.

Lanjut dia, Diskop UKMPP tugasnya hanya memberikan pembinaan agar bisa tetap eksis dan aktif sekaligus menjadi tiang perekonomian masyarakat. (Ant/ARif R)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Goenawan Mohamad, Nyaplok JP dan Ngobok-obok PAN

Setelah berhasil mengobok-obok dan mencaplok Jawa Pos, Goenawan Mohamad (GM) sekarang mengalihkan operasinya dengan mengobok-obok PAN (Partai Amanat Nasional).

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER