KOMANDO Diluncurkan untuk Pemberdayaan Umat, Fuad Bawazier Jadi Penasihat

JAKARTA – Sebuah koperasi baru diluncurkan di Jakarta untuk turut berperan serta dalam membangkitkan dan memberdayakan ekonomi umat. Koperasi Masyarakat Madani Indonesia atau disingkat KOMANDO dideklarasikan pendiriannya, Sabtu(18/2), bertempat di di Al Jazeera Convention Hall, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur. Fuad Bawazier, mantan menteri keuangan, dipilih sebagai salah satu penasihat KOMANDO.

“Sekitar 50 orang dari perwakilan berbagai daerah di Indonesia, telah memutuskan pendirian koperasi nasional sebagai wadah umat dalam pergerakan ekonomi. Koperasi ini diharapkan bisa menjadi soko guru ekonomi Indonesia,” jelas Eka Gumilar, inisiator pembentukan KOMANDO melalui siaran pers yang diterima SERUJI.

Eka juga menjelaskan bahwa KOMANDO memiliki visi menjadi lembaga ekonomi yang berperan kuat dalam memberdayakan masyarakat madani menuju sejahtera, adil makmur, dan sentosa. “Dengan langkah misinya, yaitu mengembangkan ekonomi umat dengan landasan syariah Islam, memberdayakan segala potensi ekonomi umat,” katanya.

Pada musyawarah KOMANDO tersebut, juga telah disepakati beberapa hal antara lain, penetapan ketua umum, ketua dewan pengawas, sekretaris, dan bendahara. Pemilihan pengurus dijalankan secara musyawarah untuk mencapai mufakat dengan melihat kemampuan, kompetensi, kapabilitas, dan pengalaman.

“Saya menyerahkan kepengurusan KOMANDO secara profesional kepada putra terbaik bangsa yang ahli dibidangnya. Lulusan dalam dan luar negeri untuk mengabdikan diri di kepengurusan KOMANDO. KOMANDO harus menjadi koperasi umat yang dikelola secara profesional juga memiliki target yang jelas,” ungkap Eka Gumilar dalam sambutannya.

Adapun susunan kepengurusan sebagai berikut:

Dewan Penasihat:
Fuad Bawazier
Subiakto Tjakrawerdaya
Jendral (P) Joko Santoso
Prof Dr Muh Asdar
Prof Wisnu Garjito
Eko S Santjojo SH MH
Ferry Koto

Dewan Pengawas:
Ketua: Eka Gumilar
Brigjen Pol (P) Dr Dede Jayalaksana
KH Muhamad Hidayat
Dr. Suryani Motik

Pengurus:
Ketua Umum: Cholil Hasan SE MBA
Sekretaris Umum: Tengku Shahindra STP MM
Bendahara: Windya ST
Internal Audit: Dr  Dharmayuwatie

Ketua umum terpilih Cholil Hasan adalah profesional yang menjabat sebagai top eksekutif di beberapa bank swasta dan asuransi dan perusahaan IT. Selain mengenyam pendidikan 9 tahun di Amerika, dia juga berpengalaman memimpin Asuransi Bumiputera yang anggotanya jutaan peserta sebagai direktur utama.

EDITOR: Rizky

8 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Islam Mementingkan Sasaran, Bukan Sarana

Karena itu, term NKRI Bersyariah, itu sejatinya bid’ah; tidak ada presedennya dalam sejarah Islam alias mengada-ada. Sesuatu yang bid’ah semestinya dijauhi oleh para pengikut Rasulullah Saw. Apalagi jika istilah ini diniatkan untuk hajat politik yang pragmatis.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.