Wapres JK: Pengusaha yang Namanya Masuk Paradise Papers Tak Selalu Negatif

0
510
Jusuf Kalla
Wakil Presiden Jusuf Kalla.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pengusaha yang namanya ada di Paradise Papers tidak selalu negatif. Sebab, kata dia, ada dua motif orang membuat perusahaan di luar negeri.

“Ada dua motifnya, pertama tentu menghindari pajak. Kedua, ingin memudahkan bisnis untuk mendapat akses ke luar dan ke dalam negeri,” kata Kalla, di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (7/11).

Kalla mengatakan hal tersebut sehubungan dengan adanya laporan terbaru hasil kolaborasi investigasi International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ), Paradise Papers.

Wapres menambahkan, salah satu skenario adalah para pengusaha membuat perusahaan di luar negeri untuk mendapatkan kredit. Kredit yang telah didapatkan dari luar negeri tersebut dipergunakan di dalam negeri.

“Tidak semua negatif, itu bisa dipakai untuk akses modal ke dalam. Yang negatif itu kalau uangnya disembunyikan dan tidak membayar pajak,” kata Kalla.

Sebelumnya, gabungan wartawan investigasi dari seluruh dunia, International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ), kembali mempublikasikan temuan mengenai dugaan para jutawan dan perusahaan multinasional yang menyembunyikan kekayaan di negara-negara tax haven.

Temuan yang diawali oleh koran Jerman Suddeutsche Zeitung ini dinamakan “Paradise Papers”, karena berasal dari 19 yuridiksi suaka pajak yang kebanyakan berlokasi di kepulauan Karibia seperti Bermuda dan Cayman Islands.

Total ada 120 politikus dari seluruh dunia yang namanya tersangkut dalam dokumen ini, termasuk beberapa nama pejabat asal Indonesia.

Publikasi Paradise Papers dilakukan oleh lebih dari 380 wartawan dan menghabiskan waktu selama satu tahun. Mereka menyisir berbagai data yang didapat dari 70 tahun silam. (Ant/SU02)

Langganan berita lewat Telegram
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU