Utang Luar Negeri Indonesia Naik 8,7 Persen

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Utang luar negeri Indonesia di akhir kuartal I 2018 sebesar 358,7 miliar dolar AS atau setara Rp5.022 triliun dengan asumsi kurs Rp14 ribu/dolar AS, yang berarti menunjukkan peningkatan 8,7 persen (yoy) jika dibandingkan kuartal I 2017.

Menilik Statistik Utang Luar Negeri (ULN) Kuartal I 2018 yang diumumkan Bank Indonesia di Jakarta, Selasa (15/5), ULN Indonesia terdiri atas utang pemerintah dan Bank Indonesia yang mencapai 184,68 miliar dolar AS atau Rp2.585 triliun, yang berarti naik 11,04 persen (yoy) dibandingkan Maret 2017 yang tercatat 166,31 miliar dolar.

Kemudian ULN swasta tumbuh melambat dibandingkan utang pemerintah-BI. Utang Luar Negeri Swasta pada Maret 2018 tercatat 174,05 miliar dolar AS atau naik 6,3 persen dari kuartal I 2017 yang sebesar 163,73 miliar dolar AS.

ULN di akhir kuartal I 2018 ini lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal IV 2017 yang mencapai 10,4 persen (yoy). (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengarahkan Gerakan NKRI Bersyariah

Walau begitu, sekali lagi percayalah bahwa perjuangan Islam politik untuk menjadikan Indonesia sebagai negara Islam tak akan pernah mati. Ia akan terus bermetamorfosa dan tersimpan rapi dalam memori kolektif kelompok Islam politik.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER