Rupiah Melemah Tembus Rp14.181


JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi bergerak melemah sebesar 78 poin menjadi Rp14.181 dibanding posisi sebelumnya Rp14.103 per dolar AS.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (22/5) mengatakan sentimen mengenai kesepakatan perdagangan Amerika Serikat-Tiongkok membuat dolar AS kembali meningkat di pasar global. Akibatnya, rupiah terkena dampaknya dan kembali melemah.

“Masih dominannya sentimen eksternal membuat laju dolar AS kembali terapresiasi dan rupiah kehilangan momentum untuk terapresiasi,” kata Reza.

Ia menambahkan bahwa imbal hasil obligasi Amerika Serikat yang berada di atas level 3 persen juga masih menjadi salah satu faktor yang membebani mata uang domestik.

“Rupiah diestimasikan akan bergerak di kisaran Rp14.169-Rp14.189 per dolar AS pada hari ini (22/5),” katanya.

Ia mengharapkan sentimen positif dari dalam negeri mengenai optimisme pemerintah terhadap target rasio pajak 2019 yang dipatok pada kisaran 11,4-11,9 persen yang akan tercapai dapat menahan tekanan nilai tukar domestik lebih dalam.

Sementara itu, ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail menambahkan kuatnya data tenaga kerja di Amerika Serikat memberi sinyal Bank Sentral AS atau The Fed akan menaikkan suku bunga di bulan Juni mendatang.

“Sentimen itu diperkirakan dapat memperlemah posisi rupiah yang minim katalis positif,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Wanita Muda Kaki Sering Kesemutan dan Perut Bagian Bawah Sakit, Gejala Apa?

Dokter, sudah 4 hari ini kaki saya terasa kebas dan gampang kesemutan. Juga perut saya bagian bawah terasa sakit. Kira-kira sakit apa ya dok?

Skyline Message

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.
close