SCROLL KE ATAS UNTUK BACA BERITA

MENU

Rupiah Melemah, Kembali Terkulai di Rp14 Ribuan Hadapi Keperkasaan Dolar AS

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Penutupan perdagangan, Selasa (12/2) rupiah kembali tak berdaya menghadapi tekanan dolar AS. Transaksi antarbank di Jakarta rupiah ditutup di Rp14.068 per dolar AS, melemah dibanding penutupan hari sebelumnya Rp14.304 per dolar AS.

Pada pembukaan perdagangan tadi pagi, nilai tukar rupiah melemah Rp14.080 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.040 per dolar AS hingga Rp14.098 per dolar AS.

Rupiah Melemah Imbas Perang Dagang AS-China

Perang dagang china vs AS
ilustrasi

Analis pasar uang Bank Mandiri, Rully Arya Wisnubroto mengatakan, pelemahan rupiah pada perdagangan hari ini seiring ketidakjelasan proses negosiasi dagang Amerika Serikat dan China.

“Pelemahan rupiah karena kekhawatiran batalnya kesepakatan dagang AS-China. Negosiasi Brexit juga berdampak. Brexit dan trade wars masih tidak ada kejelasan,” kata Rully di Jakarta, Selasa (12/2).

Delegasi AS sendiri pada Senin (11/2) kemarin tiba di China untuk melakukan perundingan dagang lanjutan. Kedua negara bermaksud dapat mencapai kesepakatan dagang mengingat tenggat waktu berakhirnya ‘gencatan senjata’ sudah semakin dekat yakni 1 Maret 2019 mendatang.

Trump Baru Bertemu Xi Jinping Setelah 1 Maret

Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (foto:AP Photo/LM Otero)

Namun, pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebutkan pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping kemungkinan besar dilakukan setelah 1 Maret 2019, yaitu tenggat waktu pelaksanaan tarif terhadap seluruh barang impor dari China, memberikan kekhawatiran terhadap pasar.

Bila kedua negara gagal menemukan kata sepakat, AS akan menaikkan bea impor terhadap berbagai produk China dari 10 persen menjadi 25 persen.

Bila hal itu terjadi, maka China bisa dipastikan akan membalas dengan menaikkan tarif pajak untuk seluruh produk AS yang memasuki pasar China yang merupakan pasar tersbesar dunia setelah AS.

Rupiah Diprediksi Melemah Hingga Akhir Pekan

Ilustrasi

Selain itu, lanjut Rully, para pelaku pasar juga masih menunggu rilis data neraca perdagangan yang akan dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada akhir pekan ini.

“Market masih ‘wait and see‘ terhadap rilis trade balace Jumat ini,” ujar Rully.

Ia memprediksi, hingga akhir pekan, rupiah cenderung akan melemah terbatas di kisaran Rp13.980 per dolar AS hingga Rp14.135 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.088 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp13.9925 per dolar AS.

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

spot_img

TERPOPULER

close