Pengawas OJK: Bisnis Asuransi Menggeliat

0
56
Riswinandi
Kepala Eskekutif Pengawas IKNB Riswinandi, dalam seminar "Insurance Outlook 2018" di Jakarta, Kamis, 16/11/2017. (Foto: Achmad/SERUJI)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Hingga September 2017, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat industri asuransi tumbuh semakin baik dengan total aset mencapai Rp 628,68 triliun meningkat 17,6 persen dibanding posisi Desember 2016 (ytd) sebesar Rp 534,57 triliun. Nilai investasi juga naik 22,42 persen atau Rp 505,57 triliun dibandingkan Desember 2016 sebesar Rp 412,98 Triliun.

Sementara, jumlah pendapatan premi asuransi dan reasuransi sampai dengan 30 September 2017 sebesar Rp 183,45 triliun, atau mencapai 71,1% dari proyeksi yang telah ditetapkan OJK untuk periode sampai dengan 31 Desember 2017.

“Kami optimis bahwa pendapatan premi asuransi dan reasuransi akan mampu mencapai Rp 258 triliun sampai dengan 31 Desember 2017 sesuai dengan proyeksi OJK,” kata Kepala Eskekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) OJK, Riswinandi, dalam seminar “Insurance Outlook 2018” di Jakarta, Kamis (16/11).

Loading...

Selain itu, kesehatan keuangan industri asuransi secara umum dalam kondisi baik. Hal itu, tercermin dari beberapa rasio keuangan seperti likuiditas asuransi jiwa mencapai 143,4%. Sedangkan asuransi umum dan reasuransi memiliki rasio likuiditas sebesar 179,1%.

Riswinandi juga menyampaikan Arah Strategis Pengawasan IKNB 2018. Antara lain akan mengintegrasikan proses bisnis pengawasan dengan mendorong aspek pengawasan IKNB berbasis Teknologi Informasi dan pengawasan bersama antara pengawas bank dan pengawas IKNB.

Pengawasan IKNB berbasis IT, menurut Riswinandi akan mencakup penggunaan sistem aplikasi pengawasan terintegrasi dengan data center pelaporan XBRL (Xtended Bussiness Reporting Language) dari IKNB mengenai aspek perizinan, pelaporan keuangan dan operasional.

Selain itu, pelaporan juga terkait data kualitatif dan kuantitatif mencakup analisis risiko dan perhitungan rasio kesehatan keuangan IKNB secara realtime dan akurat melalui sistem aplikasi pengawasan.

Selanjutnya pengawasan terkait sistem pelaporan online dan terintegrasi dengan sistem aplikasi pengawasan yang dapat memberikan peringatan dini/early warning systems bagi pengawas dan menghasilkan pelaporan berkala kepada pengawas termasuk data perbandingan kesehatan keuangan individual dan tren rasio kesehatan keuangan secara realtime.

Sementara, pengawasan bersama antara pengawas IKNB dengan pengawas Bank adalah terkait aspek bancassurance sehingga tercipta tatakelola perusahaan yang memadai antara Bank sebagai jalur distribusi/pemasaran serta Perusahaan Asuransi yang memiliki produk asuransi.

Menurut Riswinandi, pengawasan bersama tersebut diharapkan mampu memitigasi risiko market conduct yang biasanya terjadi dari hubungan para pemasar produk asuransi dan nasabah/pemegang polis, serta risiko anti pencucian uang dan tindak pidana terorisme. (Achmad/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama