Pasar Tenaga Kerja AS Mengalami Kontraksi, Dolar Melemah

NEW YORK, SERUJI.CO.ID – Kurs dolar AS berakhir melemah terhadap mata uang utama lainnya pada Jumat (Sabtu pagi WIB), karena para investor mempertimbangkan rilis laporan pekerjaan terbaru yang menunjukkan pasar tenaga kerja AS mengalami kontraksi pertama dalam tujuh tahun terakhir.

Total pekerjaan non pertanian AS (non-farm employment) menurun sebanyak 33.000 pada September, sebagian besar disebabkan oleh badai Harvey dan Irma yang melanda negara tersebut, kata Departemen Tenaga Kerja pada Jumat (6/10) dalam sebuah laporannya. Para ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan ada kenaikan 90.000 lowongan pekerjaan.

Namun demikian, tingkat pengangguran turun menjadi 4,2 persen pada September, mencapai titik terendah dalam 16 tahun terakhir, kata laporan tersebut.

Pada September, rata-rata penghasilan per jam untuk semua karyawan pada gaji non pertanian swasta, naik 12 sen menjadi 26,55 dolar AS, mengalahkan konsensus pasar. Selama 12 bulan terakhir, rata-rata penghasilan per jam meningkat sebesar 74 sen atau 2,9 persen.

“Yang perlu dicatat adalah jangan cepat menyimpulkan laporan pekerjaan ini sampai Anda memasukkannya ke dalam konteks yang lebih luas. Dampak dari badai Harvey dan Irma ada di sana, bagaimanapun,” kata Chris Low, kepala ekonom FTN Financial, dalam sebuah catatan pada Jumat (6/10).

Indeks dolar AS, yang mengukur mata uang dolar terhadap enam mata uang utama, turun 0,14 persen menjadi 93,827 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1733 dolar AS dari 1,1704 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun ke 1,3066 dolar AS dari 1,3112 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7773 dolar AS dari 0,7789 dolar AS.

Dolar AS dibeli 112,73 yen Jepang, lebih rendah dari 112,84 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9785 franc Swiss dari 0,9789 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2532 dolar Kanada dari 1,2570 dolar Kanada. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Sambut Festival Belanja Lajang 11.11, Ecovacs Robotics Beri Promo Diskon Hingga 55%

Perusahaan penyedia Robot Rumah Tangga, ECOVACS ROBOTICS, akan meberikan promos diskon besar-besaran hingga 55% untuk berbagai produk unggulan seperti DEEBOT OZMO T8 AIVI, DEEBOT OZMO T8, dan DEEBOT U2 PRO.

150 Ide Bisnis Terbaik Siap Bersaing dalam DSC XI

Program Initiator DSC XI, Edric Chandra mengungkapkan dii tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil lantaran pandemi COVID-19, semangat gerakan wirausaha justru diterima oleh DSC XI.

Kembali Terjadi, Ratusan Kader Militan PDIP Alihkan Dukungan ke Machfud-Mujiaman

Kader yang tergabung dalam kelompok yang menamakan diri Banteng Ketaton tersebut mendeklarasikan dukungannya pada Ahad (8/11) kemarin di daerah Pandegiling yang dikenal sebagai jantungnya PDI Perjuangan di Surabaya.

Tekan Hoaks Selama Pilkada 2020, AMSI Gelar Cek Fakta di 16 Wilayah

Kegiatan Cek Fakta sebagai bentuk kontribusi AMSI kepada publik dengan memberikan informasi yang bermutu selama masa Pemilihan Kepala Daerah 2020 dan menekan hoaks (mis/disinformasi) yang berpotensi beredar selama berlangsungnya masa kampanye dan Debat Pilkada 2020.

TERPOPULER