Meningkat, Astra Bukukan Laba 14,184 Triliun di Kuartal III

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Perseroan Terbatas Astra International membukukan laba bersih sebesar Rp14,184 triliun pada kuartal ketiga 2017. Ini meningkat 26 persen dari laba bersih pada periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp11,277 triliun.

“Prospek kinerja hingga akhir tahun ini diperkirakan akan tetap positif karena penguatan harga komoditas yang terus berlanjut meskipun ada tantangan dari peningkatan kompetisi di pasar mobil serta bertambahnya provisi kredit pada beberapa aktivitas grup jasa keuangan,” papar Presiden Direktur Astra International Tbk. Prijono Sugiarto dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

Sementara itu, tercatat pendapatan bersih konsolidasian grup pada periode itu meningkat 14 persen menjadi Rp150,2 triliun seiring dengan peningkatan kontribusi dari sebagian besar segmen bisnis perseroan.

Pada periode itu, dia menyampaikan, kegiatan bisnis perseroan yang mendukung kinerja perseroan berdasarkan segmen bisnis, yakni bisnis otomotif membukukan peningkatan laba bersih 10 persen menjadi Rp6,6 triliun. Hal ini terutama disebabkan oleh kenaikan penjualan mobil dan motor meskipun terjadinya peningkatan tekanan pemberian diskon di pasar mobil.

Laba bersih dari bisnis jasa keuangan meningkat 42 persen menjadi Rp2,9 triliun. Sebagian besar karena keuntungan yang kembali dihasilkan oleh PT Bank Permata Tbk. Lalu, segmen alat berat dan pertambangan juga meningkat sebesar 80 persen menjadi Rp3,4 triliun.

Segmen agrobisnis mencatatkan laba bersih yang meningkat sebesar 23 persen menjadi Rp1,1 trilliun. Bisnis properti juga mengalami peningkatan 15 persen menjadi Rp97 miliar yang sebagian besar disebabkan oleh peningkatan laba dari proyek Anandamaya Residences yang direncanakan selesai pada tahun 2018. Sementara itu, laba bersih dari segmen teknologi informasi tercatat stabil sebesar Rp105 miliar.

Divisi Infrastruktur dan Logistik mencatat kerugian bersih sebesar Rp66 miliar dibandingkan dengan laba bersih sebesar Rp213 miliar pada periode sama tahun lalu. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh kerugian awal dari ruas tol baru Cikopo-Palimanan yang 45 persen sahamnya diakuisisi grup awal tahun ini, serta kerugian atas pelepasan PT PAM Lyonnaise Jaya, perusahaan penyedia air bersih, yang sebelumnya dimiliki grup sebesar 49 persen dan memiliki sisa waktu pengoperasian 5 tahun lagi. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Goenawan Mohamad, Nyaplok JP dan Ngobok-obok PAN

Setelah berhasil mengobok-obok dan mencaplok Jawa Pos, Goenawan Mohamad (GM) sekarang mengalihkan operasinya dengan mengobok-obok PAN (Partai Amanat Nasional).

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER