Kembali Tertekan, Rupiah Sudah Menyentuh Rp14.618 per Dolar

0
27
  • 1
    Share
rupiah
Rupiah melemah (ilustrasi)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Nilai tukar rupiah kembali tertekan oleh kedigdayaan USD. Hal ini terlihat dari makin terpuruknya nilai tukar rupiah yang ditransaksikan di antarbank Jakarta, pada Kamis (16/8) pagi.

Rupiah bergerak melemah 41 poin dari penutupan perdagangan Rabu (15/8), menjadi Rp14.618 dibanding posisi sebelumnya Rp14.577 per dolar AS.

“Pergerakan dolar AS yang kembali mengalami penguatan menghambat peluang rupiah untuk bertahan di zona positif,” kata analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (16/8).

Pelaku pasar pun, menurut Reza, diperkirakan akan kembali meningkatkan permintaannya pada dolar AS.

“Adanya upaya pemerintah untuk menekan impor yang diikuti langkah bank sentral menaikkan suku bunga agar pelebaran defisit transaksi berjalan tidak mencapai 3 persen akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi ke depannya, sehingga dapat menghambat laju rupiah,” jelasnya.

Pernyataan berbagai pejabat terkait dengan penyebab pelemahan rupiah tampaknya tidak banyak direspons positif karena pelaku pasar menantikan kebijakan yang realistis untuk menghadapi gejolak pelemahan rupiah.

Baca juga: Akui Negara Kesulitan Akibat Pelemahan Rupiah, Jokowi Minta Menteri Serius Tangani

Bahkan langkah Bank Indonesia (BI) yang menaikan suku bunganya, juga belum direspons positif.

Berkaca dari sebelumnya di mana BI telah menaikan suku bunganya beberapa basis poin sejak era suku bunga rendah di level 4,75 persen, tampaknya tidak berpengaruh dimana rupiah masih melemah.

Di sisi lain, masih adanya kekhawatiran akan penyebaran resesi ekonomi Turki membuat permintaan terhadap dolar AS meningkat, sehingga rupiah pun ikut kembali melemah.

“Bahkan ada pula sebagian pelaku pasar yang memperkeruh suasana pasar di mana menyamakan ekonomi Indonesia akan menyamai Turki turut melemahnya laju rupiah,” pungkasnya. (Hrn)

BERITA PILIHAN

TERBARU