Rupiah Rontok, IHSG Terjun Bebas, Modal Asing Kabur: Indonesia Menuju Krisis atau Masih Aman?

SERUJI.CO.ID – Sejak Presiden Prabowo Subianto resmi dilantik pada 20 Oktober 2024, pasar keuangan Indonesia mengalami tekanan yang tidak ringan. Rupiah melemah lebih dari 13 persen terhadap dolar Amerika Serikat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk hampir dua puluh persen dari puncak tertingginya, dan modal asing ratusan triliun rupiah melarikan diri dari pasar keuangan nasional.

Di tengah kondisi ekonomi global yang bergejolak akibat perang tarif, konflik geopolitik, dan ketidakpastian suku bunga, pertanyaan besar pun muncul: apakah ekonomi Indonesia era Prabowo sedang dalam jalur menuju krisis, atau masih dalam batas aman yang bisa dikendalikan?

Data Rupiah: Dari Rp15.460 ke Rp17.407 dalam 19 Bulan

Fakta angka tidak bisa disembunyikan. Berdasarkan data Refinitiv yang dikutip CNBC Indonesia, nilai tukar rupiah pada hari kerja terakhir sebelum pelantikan Prabowo, Jumat, 18 Oktober 2024, ditutup di level Rp15.481 per dolar AS. Sementara kurs JISDOR Bank Indonesia tercatat Rp15.466. Hari kerja pertama setelah pelantikan, 21 Oktober 2024, rupiah langsung melemah tipis ke Rp15.490.

Dari sana, tren pelemahan terus berlangsung. Rupiah menembus level psikologis Rp16.000 pada 17 Desember 2024, sejalan dengan penguatan indeks dolar AS (DXY) yang mencapai level tertinggi dalam dua tahun akibat ekspektasi kebijakan moneter ketat The Federal Reserve.

Pelemahan terus berlanjut hingga rupiah sempat menyentuh kisaran Rp17.400–Rp17.445 per dolar AS di pasar spot pada awal Mei 2026, dan pada perdagangan siang 11 Mei 2026 kurs kembali menyentuh Rp17.407 per dolar AS.

Secara kumulatif, rupiah telah melemah sekitar 12,4–13 persen sejak hari pelantikan Prabowo. Ini bukan sekadar angka. Pelemahan ini melampaui seluruh mata uang utama ASEAN dalam periode yang sama.

Ringgit Malaysia justru menguat 9,38% terhadap dolar, baht Thailand menguat 4,43%, dan dolar Singapura menguat 3,48%. Dong Vietnam melemah 4,25% dan peso Filipina melemah 5%, masih jauh di bawah laju pelemahan rupiah yang menembus dua digit.

Indikator 20 Okt 2024 (Pelantikan) 11 Mei 2026 (Saat Ini) Perubahan
Kurs USD/IDR (JISDOR) Rp15.466 Rp17.407 ▼ Melemah ~12,6%
IHSG (IDX Composite) 7.772,60 ~6.969 ▼ Turun ~10,3%
IHSG vs Puncak ATH (Jan 2026) ATH: 9.174 → 6.969 ▼ Anjlok ~24%
Net Sell Asing (YTD 2026) Rp37,61 triliun ▼ Outflow berlanjut

Sumber: JISDOR Bank Indonesia, BEI, Refinitiv, Infobanknews. Data kurs per siang 11 Mei 2026. Data IHSG per penutupan 8 Mei 2026.

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER