DPR: Pemerintah Perlu Waspadai Pelemahan Nilai Rupiah

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Pemerintah dinilai perlu mewaspadai pelemahan nilai mata uang rupiah agar tidak terdepresiasi lebih dalam lagi akibat beragam faktor global, kata Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan.

“Pelemahan nilai rupiah ini harus diwaspadai banyak pihak. Tak dipungkiri, pengaruh global, khususnya kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS sangat besar,” kata Taufik Kurniawan dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/3).

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga berpendapat bahwa situasi saat ini menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia sekarang tidak terlalu kuat.

Untuk itu, ujar dia, diperlukan adanya langkah strategis mencegah pelemahan rupiah dan juga sekaligus memperkuat fundamental ekonomi nasional.

Hal tersebut, lanjutnya, dapat dilakukan antara lain dengan benar-benar mengevaluasi beragam paket kebijakan ekonomi yang telah dicetuskan pemerintah.

Sebelumnya, Anggota Komisi XI DPR RI Ecky Awal Mucharam mengatakan sosok Gubernur Bank Indonesia yang bakal terpilih diharapkan fokus untuk menjaga stabilitas bahkan menguatkan nilai tukar rupiah untuk memajukan sektor perekonomian nasional.

Ecky menyatakan sangat menyoroti kinerja BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

“Kalau rupiah masih melemah terus artinya kinerja BI tidak memenuhi harapan Undang-undang,” ucap politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Menurut Ecky, bila mata uang rupiah nilainya terus terdepriasi akan menimbulkan sejumlah kerugian seperti cicilan utang luar negeri semakin mahal.

Ia mengingatkan potensi inflasi dari sisi impor pun semakin tinggi jika nilai tukar terdepresiasi.

Selanjutnya, impor BBM akan mahal dan menyebabkan defisit neraca transaksi berjalan yang semakin lebar.

Secara keseluruhan, Ecky menegaskan depresiasi rupiah pun akan menyebabkan harga barang-barang impor pun semakin mahal. Padahal sebagian besar bahan baku industri masih dari impor.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sejak awal tahun lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal.

Ia mengatakan fundamental ekonomi saat ini masih dalam keadaan baik sehingga penyebab pergerakan rupiah belum mengkhawatirkan, apalagi IHSG masih dalam keadaan stabil. (Ant/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Sambut Festival Belanja Lajang 11.11, Ecovacs Robotics Beri Promo Diskon Hingga 55%

Perusahaan penyedia Robot Rumah Tangga, ECOVACS ROBOTICS, akan meberikan promos diskon besar-besaran hingga 55% untuk berbagai produk unggulan seperti DEEBOT OZMO T8 AIVI, DEEBOT OZMO T8, dan DEEBOT U2 PRO.

150 Ide Bisnis Terbaik Siap Bersaing dalam DSC XI

Program Initiator DSC XI, Edric Chandra mengungkapkan dii tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil lantaran pandemi COVID-19, semangat gerakan wirausaha justru diterima oleh DSC XI.

Kembali Terjadi, Ratusan Kader Militan PDIP Alihkan Dukungan ke Machfud-Mujiaman

Kader yang tergabung dalam kelompok yang menamakan diri Banteng Ketaton tersebut mendeklarasikan dukungannya pada Ahad (8/11) kemarin di daerah Pandegiling yang dikenal sebagai jantungnya PDI Perjuangan di Surabaya.

TERPOPULER