DPR Minta Uang Elektronik Bebas Biaya

0
31
Ecky Awal Mucharam
Anggota Komisi XI DPR RI, Ecky Awal Mucharam, di Jakarta, Selasa (5/12/2017). (Foto: Achmad/SERUJI)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Anggota Komisi XI DPR RI, Ecky Awal Mucharam meminta Bank Indonesia (BI) mengkaji ulang terkait biaya transfer dan tarik tunai di perbankan dan akibatnya juga dengan biaya administrasi uang elektronik.

“Harapannya uang elektronik bisa jadi bebas biaya supaya tidak jadi beban kepada masyarakat,” ujar Ecky di Jakarta, Selasa (5/12).

Ecky berharap dengan peluncuran Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) bisa meringankan beban rakyat sehingga mendorong masyarakat melakukan transaksi secara non-tunai baik melalui debit card atau uang elektronik dan sejenis.

“Peluncuran GPN juga perlu diikuti oleh program edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya transaksi non-tunai yang dapat menjangkau semua lapisan masyarakat,” kata Ecky.

Selain itu, Ecky juga menekankan perlunya supporting program ke masyarakat supaya mereka menyadari betapa aman dan pentingnya transaksi non-tunai.

“Mungkin bisa masuk ke program inklusi keuangan,” kata dia.

Wakil Ketua Fraksi bidang Ekonomi dan Keuangan PKS itu juga mengingatkan agar BI dapat memastikan, dengan peluncuran GPN maka interkoneksi dan interoperabilitas sistem pembayaran di Indonesia dapat diwujudkan. Sehingga transaksi non tunai dapat dilakukan dengan lancar, cepat, tingkat keamanan dan tingkat efisiensi yang tinggi.

“‎Nanti kita evaluasi capaiannya, juga misalnya apakah terjadi efisiensi terkait biaya transfer dan tarik tunai di bank-bank,” kata dia.

GPN adalah sistem yang dibangun melalui seperangkat aturan dan mekanisme untuk mengintegrasikan berbagai instrumen dan saluran pembayaran secara nasional.

GPN ini selaras dengan program pemerintah yaitu GNNT (Gerakan Nasional Non Tunai) yang diperkirakan dapat menghemat biaya mencetak uang kartal sekitar 10-20% dari total biaya cetak dan distribusi uang pertahun yang sekitar Rp 16 Triliun.

Berdasarkan data dari KPMG (2017) bahwa penggunaan transaksi non-tunai di Indonesia masih berada di bawah 10 persen dan masih tertinggal dibandingkan degan negara-negara di kawasan Asia Pasifik.

Sedangkan negara tetangga seperti Singapura telah mendesain sistem pembayaran nasionalnya sejak tahun 1985 dengan mendirikan NETS (Network for Electronic Transfers – Singapura). Otoritas Moneter di Singapura mendesain NETS sebagai sistem pembayaran nasional yang dimiliki oleh bank-bank terbesar di Singapura.

Dalam perkembanganya NETS membangun infrastruktur yang memungkinkan 10 juta pemegang kartu debit dari lembaga keuangan yang berbeda dapat menggunakan kartunya di mesin-mesin ATM, EDC atau mesin sejenis di manapun selama masih di Singapura. Bahkan hampir seluruh transaksi cukup menggunakan fasilitas NETS seperti pembayaran-pembayaran tagihan, tiket commuter, tiket tol dan sebagainya.

Sistem pembayaran NETS adalah salah satu sistem pembayaran yang diklaim terbaik dan berhasil di seluruh dunia. Sistem ini mendorong terjadi transaksi non-tunai yang lancar, aman, cepat dan efisien. (Achmad/SU02)

Komentar

BACA JUGA
garam

Tingkatkan Kualitas, Pemkab Kembangkan 75 Hektar Lahan Garam Terintegerasi

MAKASSAR, SERUJI.CO.ID - Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, mengembangkan 75 hektar lahan garam terintegrasi di dua kecamatan yaitu Labakkang dan Bungoro. "Tahun ini kami...

Legislator: Generasi Muda Lebih Suka Baca Status Daripada Buku

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Mujib Rohmat prihatin dengan generasi muda yang lebih senang membaca status di media...
akun ustadz Somad disuspend

Akun Ustadz Somad Raib, Ini Protes Kang Emil ke Instagram

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Jagad dunia maya dihebohkan dengan tiba-tiba lenyapnya akun instagram ulama terkemuka, ustadz Abdul Somad sejak hari ini, Ahad (25/2). Akun ustadz...

Drainase Buruk Sebabkan Jalan Protokol di Cianjur Banjir

CIANJUR, SERUJI.CO.ID - Sejumlah pengguna jalan menduga buruknya pembangunan drainase di sepanjang jalan protokol di Cianjur, Jawa Barat, sebagai penyebab banjir terutama ketika hujan...

BNPB: Bukit dengan Hutan Saja Tidak Cukup Cegah Longsor

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bencana longsor di Brebes, Jawa Tengah, harus...
loading...
Screenshot_20180115_194046

PKS Optimis Peroleh 5 Kursi DPRD Pasaman Barat pada Pileg 2019

SIMPANG EMPAT – PKS optimis lima kursi DPRD Kabupaten Pasaran Barat akan diperolehnya pada pileg 2019. Hal ini disampaikan oleh Fajri Yustian Ketua Tim...
images (5)

Garis 7: Sesat Nalar

Analogi adalah sebuah cara otak untuk memahami sesuatu. Analogi mirip dengan perumpamaan. Jika ada orang yang bertanya bagaimana cara membuat jelly, maka paling mudah...
IMG_20180224_110625_530

Mencari Logika di Balik Kasus Tuduhan ke Habib Rizieq Shihab

Habib Rizieq Shihab (RHS) juga ditetapkan sebagai tersangka, setelah sebelumnya FH dijerat pasal pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. RHS bahkan...