Bank Indonesia Ingatkan Masyarakat Risiko Bitcoin

0
117
Bitcoin
Pengguna mengakses situs web Mt. Gox, bursa bitcoin terbesar di dunia. (foto:AFP)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap enteng risiko yang mungkin dimunculkan dari investasi menggunakan mata uang digital atau “cryptocurrency” Bitcoin.

“Jadi saya ingin mengatakan risiko itu adalah sesuatu yang jangan diambil enteng. Itu adalah sesuatu yang jangan kemudian disesali kalau seandainya ada masyarakat yang ingin lebih jauh mengetahui tentang Bitcoin,” kata Agus, ditemui di Kompleks Bank Indonesia, Jakarta, Senin (11/12).

Agus juga mengatakan bahwa mata uang digital seperti Bitcoin tidak dijamin dan merupakan investasi yang tidak diakui di Indonesia saat ini. Selain itu, Bitcoin juga bukan merupakan alat pembayaran yang sah.

“Jadi saya selalu mengatakan kepada masyarakat untuk paham bahwa ada risiko dengan instrumen Bitcoin,” ujar dia.

Bank Indonesia selaku regulator juga telah mengimbau masyarakat agar tidak berinvestasi dengan mata uang digital, namun memilih produk investasi lain yang lebih sehat dan dijamin.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengharapkan masyarakat tidak berspekulasi untuk berinvestasi dengan mata uang digital, seperti Bitcoin, yang kini mulai dilirik sebagai suatu produk investasi.

“Bagi Indonesia, yang nampaknya sering dimunculkan karena harganya makin tinggi, ini dilirik sebagai suatu bentuk investasi. Tapi kami tidak berharap terjadi spekulasi atau ‘bubble’ yang kemudian bisa merugikan,” ujar Sri Mulyani, usai membuka The 7th Annual International Forum on Economic Development and Public Policy.

Sri Mulyani mengharapkan masyarakat dapat lebih bijak memilih investasi yang aman dan sesuai dengan aturan yang berlaku, sehingga nantinya tidak merugikan masyarakat itu sendiri.

Satgas Waspada Investasi juga mengingatkan masyarakat agar tidak bertransaksi menggunakan mata uang digital karena selain melanggar ketentuan otoritas sistem pembayaran, mata uang virtual itu kerap mengiming-imingi imbal hasil yang tidak masuk akal.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengatakan saat ini terdapat dua pelaku transaksi Bitcoin.

Pertama, pelaku atau industri yang berdiri sebagai “marketplace”, yakni tempat bertemu antara pembeli dan penjual mata uang virtual tersebut. Kedua, pelaku atau industri yang menawarkan investasi di penjualan Bitcoin.

Menurut Tongam, mata uang virtual untuk investasi berpotensi merugikan masyarakat karena perusahaan tersebut mengiming-imingi bunga yang tidak masuk akal. Jika masyarakat ingin berinvestasi, kata dia, lebih baik ke sektor produktif atau ke produk keuangan yang legal. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Tips Makan Sehat Puasa

Oleh: dr. Irsyal Rusad, Sp PD, dokter spesialis Penyakit Dalam. SERUJI.CO.ID - "Puasalah agar kamu sehat", demikian salah satu hadis Rasulullah berkaitan dengan manfaat puasa bagi yang...

DPR Anggap Polisi Lakukan Pelecehan Karena Jadikan Alquran Sebagai Bukti Terorisme

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Sodik Mudjahid menganggap kepolisian telah melakukan pelecehan pada ummat Islam karena tindakan menjadikan Alquran sebagai barang...

Pertamina TBBM Sei Siak kembali Resmikan Program CSR untuk Masyarakat Tanjung RHU dan Pesisir

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID - PT Pertamina (Persero) Terminal Pengisian Bahan Bakar Minyak (TBBM) Sungai Siak meresmikan program Corporate Social Responsibility (CSR) pemberdayaan masyarakat di kelurahan...

Tebarkan Semangat Kebaikan, Bahagia Bersama Yatim PKPU HI Mulai Bergulir

BALIKPAPAN, SERUJI.CO.ID - Di hari kedua Ramadhan PKPU Human initiative Kaltim menyalurkan program Bahagia Bersama Yatim berupa paket bingkisan, Sebar Al-Quran dan Buka Puasa...

Bupati Malinau Hadiri Panen Padi Perdana PT. MA dan PT. BDMS

MALINAU, SERUJI.CO.ID - Bupati Malinau DR. Yansen TP menghadiri panen padi perdana di lahan pertanian yang dioleh PT. Mitrabara Adiperdana (MA) dan PT. Bara...