Bank Dunia Upayakan Dana Triliunan USD Untuk Program Pembangunan Berkelanjutan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – International Finance Corporation (IFC), anggota Grup Bank Dunia, mencari cara untuk mengarahkan dana triliunan dolar yang dimiliki investor besar ke penanaman modal berdampak positif untuk mendukung pencapaian Target Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030.

“Ini adalah waktu yang tepat untuk mengembangkan prinsip bersama untuk mengelola investasi yang berdampak, mumpung pasar modal berdampak masih di tahap awal tumbuh dengan pesat,” kata CEO IFC Phillippe Le Houerou dalam seminar ‘Berinvestasi untuk Dampak Positif: Apa yang Perlu Ditingkatkan’ pada salah satu sesi Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10).

IFC memperkenalkan rancangan panduan investasi berdampak tersebut dalam Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali, dan menargetkan dapat disepakati pada Pertemuan Musim Semi IMF-Bank Dunia pada April 2019.

“Ambisi kami adalah bagaimana aset bernilai hampir 100 triliun dolar yang dimiliki investor besar dapat ditanamkan pada sektor yang berdampak positif bagi masyarakat,” katanya.

Secara umum, panduan IFC itu akan berisi prinsip-prinsip yang akan menjadi standar bagi pasar untuk investasi berdampak, yakni bahwa investor tidak hanya mencari keuntungan ekonomis, namun juga memperhatikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat.

Penyusunan panduan yang dipimpin IFC itu melibatkan manajer aset terkemuka, pemilik aset, pengelola aser, bank pembangunan, dan berbagai institusi keuangan di dunia.

Saat ini, pasar untuk investasi berdampak telah bernilai 228 miliar dolar AS yang diperkirakan akan tumbuh hingga lima kali lipat sejak dimulai pada 2013 karena para penanam modal menyesuaikan investasi mereka dengan sektor-sektor SDGs.

“Namun, keepakatan bersama tentang apa saja investasi berdampak itu belum terbentuk sehingga banyak investasi yang dikucurkan sebagai investasi berdampak jatuh pada euforia sementara yang akhirnya merusak kepercayaan publik pada pasar,” kata Houerou.

Rancangan panduan prinsip investasi berdampak itu juga akan didasarkan pada pengalaman IFC selama 62 tahun berinvestasi pada pasar berkembang untuk mencapai pembangunan yang berdampak kuat dan sekaligus keuntungan finansial.

Integrasi berbagai aspek investasi, yakni strategi, strukturisasi, manajemen portfolio, exit, dan verifikasi independen yang ada dalam panduan prinsip investasi berdampak diharapkan dapat menghindarkan klaim yang tidak jelas dan memperkuat kepercayaan pada pasar. (Ant/SU01)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Soal Publikasi Reuni 212: Kebebasan Pers di Era Media Sosial

Reuni 212 jelas peristiwa besar, jika dilihat banyaknya massa yang berkumpul. Ia juga jelas peristiwa besar jika dilihat dari tertib dan disiplin massa itu. Namun jelas pula Reuni 212 bukan peristiwa netral.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.

Kemcer Di Curug Cipeteuy