YLKI: Usut Tuntas Mi Penyebab Keracunan Warga

MEDAN, SERUJI.CO.ID –¬†Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Sumatera Utara minta kepolisian agar mengusut tuntas mi yang diduga penyebab keracunan makanan puluhan warga Kelurahan Pertapahan, Kecamatan Lubukpakam, Kabupaten Deli Serdang.

“Makanan mi yang menyebabkan dirawatnya warga di rumah sakit, harus tetap diselidiki dan tidak boleh dibiarkan,” kata Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumut, Abubakar Siddik, di Medan, Sabtu (20/1).

Kasus keracunan makanan yang dialami warga, menurut dia, sudah sering terjadi di beberapa daerah di Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

“Kasus yang merugikan masyarakat harus diproses secara hukum, sehingga dapat membuat efek jera bagi pembuat mi yang telah meresahkan,” ujar Abubakar.

Ia mengatakan, perusahaan pembuatan mi tersebut, harus diperiksa apakah menggunakan pengawet makanan terbuat dari bahan kimiawi yang dapat merugikan kesehatan. Karena, ketika warga tersebut mengkonsumsi makanan mi rebus, saat acara perwiritan mengalami muntah-muntah, sakit perut, kepala pusing, dan terpaksa harus dirawat intensif di Rumah Sakit Umum (RSU) Deliserdang.

“Peristiwa itu, juga sangat membahayakan dan dapat menimbulkan jatuhnya korban jiwa,” ucapnya.

Abubakar menyebutkan, pihak Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Deliserdang harus turun ke lapangan untuk meneliti mi tersebut. Sebab, mi yang diperjual belikan di Daerah Deliserang, diduga menggunakan bahan pengawet makanan berupa “formalin” dan hal ini sangat berbahaya bagi kesehatan.

“Jadi, bahan kimiawi tersebut, dapat mengakibatkan terjadinya penyakit ginjal dan beberapa penyakit lainnya dan harus dihindari,” kata Ketua YLKI Sumut.

Sebelumnya, sebanyak 84 warga Kelurahan Pertapahan, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, diduga keracunan setelah memakan mi rebus pada acara perwiritan, Minggu (14/1). Sebanyak sembilan warga dirawat di RSU Deliserdang, RS Granmedistra, klinik dan berobat jalan di rumah korban masing-masing.

Bahkan, pihak Kelurahan Pertapahan mendirikan posko kesehatan untuk melayani warga yang mengalami keracunan makanan.

Jumlah warga yang mengalami keracunan, saat ini sudah terdata 84 orang dan diperkirakan bisa saja bertambah. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER