YLKI Medan: Berikan Sanksi Tegas Kepada Apotek Penjual Obat Palsu

MEDAN, SERUJI.CO.ID –¬†Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Sumatera Utara minta Dinas Kesehatan Sumut agar memberikan sanksi yang tegas dengan mencabut izin apotek, jika benar terbukti menjual obat palsu kepada masyarakat.

“Toko obat yang memperdagangkan obat ilegal itu, tidak hanya merugikan negara, tetapi juga bisa membahayakan bagi konsumen yang mengonsumsinya dan harus dihindari,” kata Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumut, Abubakar Siddik, di Medan, Rabu (21/3).

Apalagi, menurut dia, obat palsu yang diperjualbelikan itu, yakni Mycroginon (pil KB), Chloramhenicol (anti biotik) Nizoral (obat jamur) dan Imodium (obat diare).

“Obat-obat yang dijual secara bebas itu, tergolong obat sangat berbahaya dan apalagi yang palsu, serta tidak diketahui oleh pemerintah dan dalam hal ini adalah Kementerian Kesehatan,” ujar Abubakar.

Ia menyebutkan, bagi konsumen yang terlalu sering menggunakan obat palsu itu, dapat menimbulkan dampak negatif dan berbahaya bagi kesehatan.

Misalnya, tidak akan dapat menyembuhkan penyakit, bisa mengakibatkan kerusakan lever maupun ginjal.

“Selain itu, gagal melaksanakan program KB, dan juga merusak kesehatan,” ucapnya.

Abubakar mengatakan, bagi pengedar obat palsu yang berhasil diamankan, agar diberikan hukuman yang cukup berat, sehingga tidak mengulangi lagi perbuatan melanggar hukum itu.

Karena selama ini, pengedar obat palsu tersebut, hanya diberikan hukuman ringan, sehingga tidak pernah merasa takut menjual obat yang tidak jelas itu.

“Pemerintah melalui Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan diharapkan mengawasi ekstra ketat pabrik pembuatan obat palsu, dan juga apotek yang menjual obat ilegal,” kata Ketua YLKI Sumut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER