Wujudkan Aceh Hijau, Museum Tsunami Tanam Belasan Ribu Pohon

0
20
Museum Tsunami Aceh
Museum Tsunami Aceh. (Foto: Istimewa)

BANDA ACEH, SERUJI.CO.ID – Museum Tsunami Aceh bersama berbagai komunitas berencana menanam belasan ribu pohon berbagai jenis guna mewujudkan Aceh Hijau.

“Penanaman belasan ribu pohon tersebut direncanakan pertengahan 2018 mendatang. Ada 14 ribu pohon yang akan ditanam. Ini melanjutkan program sebelumnya, di mana Museum Tsunami Aceh menanam 13 ribu pohon di akhir 2017 silam,” kata Koordinator Museum Tsunami Aceh Almuniza Kamal di Banda Aceh, Sabtu (13/1).

Almuniza menyebutkan, penanaman pohon difokuskan di Alue Naga, Kota Banda Aceh dan kawasan Blang Bintang, Aceh Besar. Bibit tanaman dibantu Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Krueng Aceh.

Almuniza menyebutkan, pohon yang akan ditanam di kawasan Alue Naga, Banda Aceh, jenis mangrove atau bakau. Mangrove berfungsi sebagai pencegah abrasi dan menjadi rumah ikan.

Sedangkan di kawasan Blangbintang, Aceh Besar, kata dia, akan ditanami berbagai jenis tanaman, Di kawasan itu ada sekitar 50 hektare lahan yang diajukan Museum Tsunami Aceh kepada Pemerintah Aceh.

“Lahan tersebut akan dijadikan kawasan hijau dan 10 tahun mendatang, tidak menutup kemungkinan kawasan tersebut akan menjadi destinasi wisata hutan. Kami dan berbagai komunitas yang akan menanam pohon tersebut berkomitmen mewujudkannya,” kata dia.

Almuniza menyebutkan, penanaman pohon kali ini akan dilaksanakan lebih sistematis. Pihaknya akan membentuk sebuah yayasan. Di dalamnya bergabung para relawan yang sebelumnya aktif mengikuti kegiatan-kegiatan penanaman pohon oleh Museum Tsunami.

Kepala BPDASHL Krueng Aceh Ahmad Sofyan mendukung penuh penanaman 14 ribu pohon. Pihaknya menyatakan siap menanggung jumlah kebutuhan bibit. Pola penanaman mangrove di Alue Naga bisa dengan pola mengerucut maupun kelompok.

“Kami juga akan mengusulkan supaya bibit mangrove dibudidayakan di Alue Naga. Jadi, penanaman pohon mangrove selanjutnya tidak perlu lagi mendatangkan bibit luar,” katanya.

Sedangkan penanaman pohon di kawasan Blang Bintang, lanjut Ahmad Sofyan, akan melibatkan berbagai instansi pemerintahan, seperti Balai Pengelolaan Hutan Produksi (BPHP), BPDAS, dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK).

“Pohon-pohon yang ditanam di Blang Bintang nantinya diharapkan menjadi hutan serbaguna yang memiliki jenis tanaman langka. Itu adalah cita-cita kita bersama,” demikian. (Ant/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Soekarwo

Soekarwo: Jelang Pilkada Suasana Politik Jatim Akrab

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Gubernur Jawa Timur Soekarwo menilai suasana politik di Jatim akrab dan tidak ada perpecahan menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada...

DPD: Indonesia Berbagi Pengalaman Atasi Terorisme

HANOI, SERUJI.CO.ID - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Nono Sampono mengatakan Indonesia berbagi pengalaman mengatasi aksi terorisme dalam upaya mendorong langkah bersama mencegah kejahatan tersebut. Dalam...

PSI Galang Dana Publik Untuk Partai

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan menggalang dana donasi publik untuk pendanaan partai dan mendorong perbaikan iklim politik di Tanah Air. "Agar independen, hanya...
Anugerah Humas

Website ITS Sabet Juara II Anugerah Humas Perguruan Tinggi

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil menyabet peringkat dua dalam ajang Anugerah Humas Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Koordinasi Perguruan...

Ketua MPR: Demokrasi Pancasila Jamin Kesetaraan

KUNINGAN, SERUJI.CO.ID - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menilai demokrasi Pancasila yang dianut Indonesia menjamin kesetaraan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, sehingga implementasinya dibutuhkan...
loading...
fotozukifli

Paska Diperiksa, Ustadz Zukifli Muhammad Ali Diundang Live di TV Swasta Nasional

Berita tentang "penangkapan" ustadz baru-baru saja terjadi, dialami Ustadz Zukifli Muhammad Ali, yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan menyebarkan kebencian berdasarkan SARA, lihat di berita...
tweet

Berjilbab Tapi Korupsi, Bukan Najwa Shihab

"Esensi Islam tidak terletak pada Pakaian yg dikenakan tapi pada Akhlak yg dilaksanakan (Gus Dur) Berhijab tp Korupsi, Najwa Sihab tak berhijab dapat Penghargaan Tokoh...
sumber: harianterbit

Peringatan 44 Tahun Peristiwa MALARI: Mengembalikan Reformasi yang Kita Mau

Pada 15 Januari 2018 lalu, bertepatan dengan 44 tahun Peristiwa 15 Januari 1974 yang lebih dikenal dalam catatan sejarah sebagai Peristiwa Malapetaka Lima Belas...