Wawali Imbau Penerima Zakat Mampu Mandiri Secara Ekonomi

SOLOK, SERUJI.CO.ID – Wakil Wali Kota Solok, Sumatera Barat, Reinier meminta penerima zakat dari Baznas benar-benar memanfaatkannya untuk modal usaha agar bisa mandiri secara ekonomi, dan tujuan menekan angka kemiskinan tercapai.

“Tingkat kesejahteraan itu dilihat dari kondisi ekonomi masyarakat, dan kita masih ada sekitar 17 ribu KK miskin, dan dengan zakat diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian mereka,” kata Wakil Wali Kota Solok, Reinier di Solok, Rabu (28/2).

Ia menyebutkan meskipun untuk program pengentasan kemiskinan, pemerintah tidak bisa semena-mena mengeluarkan uang karena ada aturan yang harus dipatuhi.

Karena itu pemerintah tidak bisa melakukan pengentasan kemiskinan sekaligus, tapi harus dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.

Maka melalui dana zakat diharapkan masyarakat bisa terbantu, dan tidak terus tergantung dengan bantuan. Tapi dengan zakat hendaknya masyarakat mampu bangkit menjadi lebih sejahtera.

“Bagi yang ingin berusaha dan berdagang warga bisa pergi ke Baznas untuk mendapatkan pengarahan dan modal usaha,” ujarnya.

Jika sekitar 300 KK dapat dibantu setiap tahunnya dengan dana zakat, maka beberapa tahun ke depan tentu masyarakat yang miskin akan terus berkurang, dan pada akhirnya tidak ada lagi.

“Setidaknya setiap tahun ada sekitar 300 KK warga Solok yang bisa menjadi lebih mandiri ekonominya,” tambahnya.

Karena itu zakat harus digunakan sesuai fungsinya agar terasa manfaatnya, sebab jika disalahgunakan tentu tidak akan berkah jadinya.

“Jangan sampai zakat tidak tepat sasaran, dan tidak tepat guna. Sehingga merugikan orang lain yang lebih berhak mendapatkan,” katanya.

Sementara Ketua Baznas Kota Solok, Zaini mengatakan agar penerima zakat sebanyak 388 KK dengan jumlah dana lebih Rp300 juta dapat memanfaatkan dana zakat untuk bangkit secara ekonomi.

Zakat ini untuk tambahan modal usaha, keperluan sehari hari, dan untuk biaya pendidikan, lanjutnya.

Ia mengemukakan untuk mendapatkan dana zakat harus memiliki KTP dan KK di Kota Solok, dan mendapatkan rekomendasi dari masjid sekitar. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER