close

Warga Solok Serahkan Tujuh Senpi Rakitan ke Polisi

PADANG ARO, SERUJI.CO.ID – Warga Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat menyerahkan tujuh unit senjata api rakitan laras panjang jenis gobok atau balansa kepada kepolisian setempat secara sukarela.

“Ketujuh pucuk senjata api rakitan itu sekarang kami amankan di Polsek untuk keamanan”, kata Kapolres Solok Selatan, AKBP M Nurdin melalui Kapolsek Sangir Jujuan, Iptu Doni Rinaldy, di Padang Aro, Ahad (1/4).

Dia menambahkan senjata api rakitan laras panjang ini dimiliki oleh warga di dua Nagari yaitu Padang Ganting dan Nagari Lubuk Malako.

“Senjata api rakitan ini mereka gunakan untuk berjaga-jaga di areal perkebunan dan membasmi hama babi,” ujarnya.


Penyerahan senjata api rakitan ini merupakan hasil sosialisasi kepolisian kepada masyarakat setempat.

Sesuai aturan memiliki senjata api tanpa izin merupakan bentuk pelanggaran dan dapat dikenai sanksi kurungan penjara.

Pihak Kepolisian mengimbau masyarakat yang memiliki senjata api tanpa izin untuk memyerahakannya secara sukarela.

Pihak Kepolisian tidak akan memberikan sangsi kepada masyarakat apabila senjata api tersebut diserahkan secara sukarela.

“Apabila masyarakat tidak menyerahkan dan masih menyimpan atau memiliki senjata api tanpa izin kami akan menindak dan memberikan sanksi sesuai hukum yang berlaku,” jelasnya.

Sesuai Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 disebutkan hukuman terhadap kepemilikan senjata api tanpa izin adalah maksimal hukuman mati, hukuman seumur hidup dan 20 tahun penjara.

Penyerahan senjata api laras panjang ini dilakukan di kantor Wali Nagari Lubuk Malako, Sabtu (31/3). (Ant/SU02)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Puasa: Detoksifikasi Dalam Kehidupan Bergelimang Racun

Penelitian juga menunjukkan bahwa pada saat puasa kadar DDT didapatkan meningkat dalam feses, urin dan keringat mereka yang sedang berpuasa. Ini lah salah satu manfaat utama puasa dalam bidang kesehatan, detoksifikasi, purifikasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

BPN Tiba di MK, Petugas Tutup Jalan Abdul Moeis

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Aparat gabungan menutup Jalan Abdul Moeis,...

BPN Ajukan Gugatan Sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon...

Polisi Diminta Mengusut Kasus Pembakaran Mapolsek Tambelangan Hingga Tuntas

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa...

Jokowi Nyatakan Terbuka Untuk Bertemu Dengan Prabowo

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi menyatakan dirinya selalu terbuka...

Polisi dan TNI Tutup Jalan Menuju Kantor Kementerian dan MK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Polisi dan TNI masih menutup sejumlah...

Delapan Kompi Gabungan TNI dan Polri Disiagakan di MK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kepolisian menyiapkan delapan kompi pasukan untuk...

TERPOPULER

Viral: Video Prajurit TNI AD Cegah Polisi Keroyok Peserta Aksi 22 Mei

Diduga video tersebut terkait dengan peristiwa unjuk rasa 22 Mei yang berlangsung di Jakarta, namun tidak diketahui dimana lokasi video tersebut diambil.

BPN Undur ke MK, Pengamat: Dulu Mau Bawa 10 Truk Bukti, Satu Pun Tidak Muncul

"Dulu waktu menggugat hasil Pilpres 2014 juga dilakukan hari terakhir. Gembar-gembornya akan membawa 10 truk kontainer bukti kecurangan, ternyata satu truk pun tidak pernah muncul," kata Ari

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Berikut Nama-Nama Korban Meninggal Saat Terjadi Kerusuhan 21-22 Mei

“Kalau aksi damai berjalan dengan baik tapi ada pihak-pihak yang melakukan kerusuhan ini yang harus kita pantau," katanya.