Warga Aceh Jaya Khawatir Gajah Liar Kembali Merusak Sawah dan Kebun Mereka

BANDA ACEH, SERUJI.CO.ID – ​Badan Penanggulangan Bencana Aceh mengatakan warga Gampong Baroeh di Aceh Jaya khawatir belasan ekor kawanan gajah liar bakal kembali mengobrak-abrik lahan persawahan dan perkebunan mereka.

​”Masyarakat di Desa Baroeh sudah mulai resah dan takut bila kawanan gajah liar kembali dan mengobrak-abrik sawah maupun kebun milik warga,” ucap Kepala Pelaksana BPBA, Teuku Ahmad Dadek di Banda Aceh, Kamis (13/6).

Sekurangnya 15 ekor gajah liar telah memasuki perkampungan penduduk dan mengubrak-abrik lahan persawahan serta perkebunan milik warga di Gampong Baroeh Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya, Rabu (12/6) dini hari.

Sejumlah warga di desa tersebut telah melaporkan ke pihak aparat gampong setempat untuk kemudian berkoordinasi melalui unit tanggapan konservasi (CRU) Sampoiniet atas kejadian ini.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Jaya hingga kini memastikan akibat kawanan gajah liar ini belum sampai menimbulkan korban baik jiwa, terdampak maupun masyarakat yang mengungsi.

“Kawanan gajah liar ini masuk kampung dini hari, tapi baru diketahui warga pada pagi harinya. Dan warga sudah lapor ke perangkat gampong,” katanya.
​​​​​​
Camat Setia Bakti di Aceh Jaya, AG Suhadi kemarin mengatakan, puluhan ekor gajah telah merusak baik lahan pertanian dan perkebunan milik masyarakat di Desa Gampong Baroh.

“Kami belum bisa memastikan berapa hektare luas lahan kebun masyarakat yang terdampak akibat amukan gajah ini,” katanya.

Ia mengaku, dari keterangan yang diperoleh dari masyarakat, kelompok satwa liar yang dilindungi itu diperkirakan datang dari Desa Pante Kuyun, Setia Bakti menuju pemukiman di Desa Gampong Baroh.

Ia mengatakan, agar gangguan serupa tidak terulang, masyarakat diminta berusaha menghalau gajah liar dengan menggunakan peralatan tradisional seadanya.

“Kami juga masih menunggu bantuan dari BKSDA dan berharap gangguan gajah di perkampungan warga dapat segera teratasi,” kata.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Serangan Jantung, Tidak Hanya Disebabkan Oleh Kolesterol

Kolesterol yang tinggi memang penting sebagai faktor risiko, penyebab serangan jantung, tapi perlu diketahui bahwa kolesterol tidak berdiri sendiri, ada faktor risiko lain.

Prabowo dan Ratu Adil

Orang-orang besar selalu hidup dengan gagasan besar. Dalam melihat kebesaran Prabowo, tentu saja kita bisa mengamati beberapa pikiran, sikap dan langkahnya beberapa waktu terakhir ini. Diantaranya adalah pertama, Anti Impor.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER