Wali Kota Batam Terapkan Tradisi Khataman Alquran

0
49
  • 4
    Shares

BATAM, SERUJI.CO.ID – Wali Kota Batam Kepulauan Riau, Muhammad Rudi, menerapkan tradisi Melayu, Khataman Alquran, dalam rangkaian persiapan jelang pernikahan putrinya, Fiqih Amylia.

Kepala Bagian Humas Pemkot Batam, Yudi Admaji menyatakan Wali Kota mendampingi putrinya menjalankan Khataman Quran, Rabu (28/3), sebuah tradisi yang harus dijalankan calon mempelai putri Melayu.

“Khataman Quran oleh mempelai perempuan merupakan keharusan di dalam tradisi Melayu,” kata Yudi.

Tradisi Khataman Alquran dilaksanakan sebelum pengantin bersanding di atas pelaminan. Puteri Wali Kota, Fikih Amylia akan menikah dengan Kompol Isa Imam Syahroni pada Kamis (29/3). Resepsi pernikahan keduanya akan digelar 31 Maret 2018, dengan pesta rakyat.

Menurut panitia, pada zaman dulu, orang tua merasa kurang sempurna, jika Al Quran tidak dikhatamkan sebelum anak gadisnya menikah.

Khataman Alquran dipandu guru mengaji Ustad Alwi Husein, yang juga membacakan ayat-ayat Khataman Alquran dan doa khataman.

Saat menamatkan bacaan Al Quran, sejumlah perlengkapan diletakkan di hadapan mempelai wanita, yaitu sepahar pulut kuning dihiasi 30 bunga telor.

Berdasarkan penjelasan panitia, pulut kuning dan telur itu mengandung filosofi, sebagai syarat lengkap dan sempurnanya 30 Juz di dalam Alquran.

Pada malam sebelumnya, Selasa (27/3), keluarga Wali Kota juga menjalankan tradisi Malam Berinai.

Inai diberi oleh Mak Andam (juru rias) dari bahan daun inai yang digiling halus dan direnjis air untuk diLembabkan.

Sesuai tradisi, pemasangan inai diawali dengan menepuk tepung tawar, dari tokoh masyarakat dan keluarga yang dituakan.

Masing-masing memasangkan inai di satu ujung jari mempelai perempuan. Sedangkan mempelai lelaki memasang inai sendiri.

Berinai curi, berinai kecil dan berinai besar merupakan adat untuk memperindah jari-jemari kedua calon mempelai. (Ant/SU02)

BERITA PILIHAN

TERBARU