Wali Kota Bandarlampung: Tidak Boleh Ada Yang Melarang Tadarus dengan Pengeras Suara

BANDARLAMPUNG, SERUJI.CO.ID – Wali Kota Bandarlampung, Herman HN menegaskan bahwa tidak ada pelarangan bagi warga di kota itu melakukan kegiatan tadarus (mengaji) dengan memakai pengeras suara masjid.

“Selama bulan Ramadhan 1440 H ini tidak dibatasi kegiatan tadarus di masjid, termasuk dengan menggunakan pengeras suara,” katanya saat dimintai keterangan di Bandarlampung, Rabu (15/5).

Menurut orang nomor satu di Kota Tapis Berseri tersebut kegiatan tadarus yang dilakukan oleh masyarakat selama bulan puasa merupakan hal yang sudah biasa dilakukan masyarakat dimanapun berada.

“Tidak ada yang boleh melarang masyarakat bertadarus menggunakan pengeras suara di masjid, saya yang tanggung jawab, bila ada yang melarang bilang saya,” ujarnya.

Ia mengemukakan bahwa melarang warga bertadarus dengan alasan yang tidak jelas bukanlah keputusan yang baik karena membaca ayat suci Al-Qur’an merupakan ibadah yang dianjurkan untuk umat muslim selama bulan Ramadhan.

Herman pun sangat menganjurkan bagi warga Bandarlampung untuk lakukan kegiatan tadarus di malam hari bahkan setiap hari dan tidak perlu takut ada yang melarang.

“Bila warga ingin bertadarus 24 jam menggunakan toa masjid juga tidak apa-apa, jika ada yang tidak senang suruh dulu dia pergi dari sini selama Ramadhan, terus balik lagi bila setelah lebaran,” katanya.

Sementara itu Kepala Kantor Agama Kota Bandarlampung, Seraden Nihan mengungkapkan pihaknya tidak pernah menyebarkan surat edaran ke masjid-masjid yang membatasi warga bertadarus menggunakan pengeras suara

“Kita tidak pernah sama sekali mengirim surat edaran itu, hanya saja memang perlu sedikit pengertian dan bijaksana dalam menggunakan pengeras suara saat bertadarus,” ujar dia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Lima Macam Riba Yang Diharamkam

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.

Kemcer Di Curug Cipeteuy