Volume Angkutan Barang Kereta Api di Sumut Naik Tiga Persen

MEDAN, SERUJI.CO.ID – Volume angkutan barang PT Kereta Api Indonesia (KAI) Sumatera Utara (Sumut) pada semester I 2019 naik tiga persen dari periode sama 2018.

“Volume angkutan barang pada semester I 2019 sebanyak 594.688 ton atau naik 3 persen dibandingkan posisi sama 2018 yang sebanyak 575.060 ton,” ujar Manager Humas PT KAI Divre I Sumut, M Ilud Siregar di Medan, Rabu (10/7).

Menurutnya, kereta api barang KAI mengangkut berbagai barang mulai BBM, CPO, lateks, barang hantaran penumpang, peti kemas dan lainnya.

“Manajemen KAI terus berupaya meningkatkan volume barang yang bisa diangkut dengan melakukan lobi bisnis ke berbagai perusahaan,” katanya.

Manajemen juga terus berupaya meningkatkan pelayanan mulai dalam penyediaan angkutan hingga layanan.

Ia menjelaskan, dewasa ini perjalanan kereta barang PT KAI sudah mencapai sekitar 18 kali (berangkat dan datang) per harinya.

Angkutan barang KAI melayani rute Rantauprapat-Belawan, Labuhan-Siantar, Labuhan-Kisaran, Medan-Tanjungbalai, Medan-Siantar dan Dolok Merangir-Belawan.

Ilud menegaskan, manajemen KAI siap menambah perjalanan atau daya tampung kalau memang pengusaha menginginkan barangnya diangkut kereta api.

Potensi barang yang bisa diangkut kereta api di Sumut masih cukup besar apalagi dengan perkembangan KEK Sei Mangkei dan Pelabuhan Kualatanjung.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengenal Lebih Dekat Komisi Anti Korupsi Hongkong

Hubungan persahabatan antara KPK dan ICAC telah terjalin dengan baik selama dua tahun terakhir. Kerjasama kedua lembaga anti rasuah tersebut sebagian besar menyangkut peningkatan kapasitas KPK, terutama dibidang akuntansi forensik, pemulihan aset, dan tehnik investigasi.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi