Terbukti Jual Makanan Kedaluwarsa, YLKI Akan Cabut Izin Supermarket

MEDAN, SERUJI.CO.ID –  Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumatera Utara (Sumut), meminta Dinas Perindustrian dan Perdangangan (Disperindag) Kota Medan mencabut izin usaha supermarket yang terbukti menjual makanan kedaluarsa, karena membahayakan konsumen.

Ketua YLKI Sumut, Abubakar Siddik di Medan, Rabu (5/6), mengatakan pemilik supermarket yang terbukti menjual makanan kadarluasa juga diproses secara hukum.

Memasarkan makanan kedaluarsa, menurut dia tidak perlu lagi dilakukan pembinaan atau diberikan peringatan oleh Disperindag, karena hal itu ada unsur disengaja menjual produk tidak bagus dan dianggap bermasalah kepada masyarakat.

Ia menyebutkan sebenarnya pihak perusahaan supermarket telah mengetahui adanya makanan yang kedaluarsa itu, namun mereka tidak memperdulikannya dan tetap saja memajang produk tersebut.

Hal itu, tidak ada penyeleksian yang cukup ketat terhadap makanan yang diperjual belikan oleh supermarket.

“Jangan, setelah adanya jatuh korban dari kalangan konsumen akibat mengonsumsi makanan kedaluarsa itu, barulah pihak institusi terkait sibuk turun ke lapangan,” ucapnya.

Abubakar menjelaskan, permasalahan ditemukannya makanan yang kedaluarsa, tetap saja terjadi apalagi menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Sejumlah pihak perusahaan supermarket dan tetap melakukan hal-hal yang tidak terpuji dan dapat membahayakan kesehatan masyarakat.

Praktik itu jelas melanggar Undang-undang Konsumen, dan harus diproses secara hukum.

“Pemerintah harus bersikap tegas terhadap supermarket yang melanggar hukum dan perusahaan itu tampaknya menyepelekan peraturan yang dikeluarkan negara. Hal ini tidak boleh dibiarkan, karena menyangkut wibawa pemerintah, serta demi tegaknya hukum,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Medan meninjau produk makanan di sejumlah supermarket di daerah itu, dan menemukan produk makanan yang telah kedaluarsa dan tidak dibenarkan lagi diperjual belikan kepada konsumen.

Makanan itu ditemukan ketika Wali kota Medan, HT.Dzulmi Eldin beserta rombongan melakukan sidak kebutuhan bahan pokok di sejumlah supermaket di Medan, Senin (4/6).

Selain itu, Pemkot Medan juga menemukan makanan berupa kacang yang kedaluarsa dan tanggal produksi yang tidak jelas, serta membigungkan konsumen.

Wali kota meminta Disperindag Medan dan Dinas Ketahanan Pangan Medan untuk memeriksanya kembali.

“Tidak boleh lagi ada tanggal produksi dan kedaluarsa makanan yang dijual di supermarket tersebut, yang tidak jelas,” tegas Eldin. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Inilah 4 Keuntungan Membeli Apartemen Tipe Studio

Tinggal di apartemen saat ini sudah menjadi gaya hidup. Lokasi yang strategis dan ditunjang dengan berbagai fasilitas kemudahan menyebabkan banyak masyarakat urban, khususnya para eksekutif muda tertarik untuk tinggal di hunian vertikal.

Aksi Solidaritas Jurnalis-Aktivis di Pengadilan Tinggi Kalsel: Diananta Tidak Sendiri

Para aktivis dan jurnalis terus menggelar aksi solidaritas untuk mantan Pemred Banjarhits, Diananta Putera Sumedi yang disidang sebab menulis berita konflik lahan masyarakat adat versus perusahaan.

Masuki Masa Transisi New Normal, AMSI Jatim Keluarkan 7 Poin Imbauan

Mencermati perkembangan penyebaran Covid-19 di masa transisi New Normal yang semakin meningkat, AMSI Jawa Timur, mengeluarkan 7 poin imbauan.

CFD Kembali Ditiadakan, Fahira: Review dan Evaluasi Kunci Jakarta Kendalikan Covid-19

Senator DKI Jakarta Fahira Idris mengapresiasi keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang kembali meniadakan sementara kegiatan car free day (CFD).

Inilah 5 Kota Yang Jadi Incaran Calon Pembeli Rumah Saat Pandemi Covid-19

Pandemi corona telah mengubah wajah bisnis tanah air, termasuk sektor properti. Jika dulu orang membeli rumah harus datang ke lokasi proyek, sekarang tidak lagi.

Senator DKI: Pasar Harus Jadi Area Paling Aman dari Penyebaran Corona

Pencegahan penyebaran corona di pasar termasuk pasar tradisional menjadi salah satu langkah strategis dan efektif untuk menahan laju dan menghentikan penularan dan penyebaran Covid-19 di Indonesia

TERPOPULER