Terbatas Dana, Pengrajin Songket Aceh Tak Bisa Berkembang

ACEH, SERUJI.CO.ID – Usaha kerajinan rakyat kain songket di Gampong (desa) Siem, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, belum bisa berkembang karena terkendala ketiadaan dana.

Ketua pengabdian masyarakat dari Jurusan Arsitektur dan Perencanaan Fakultas Tehnik Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Siti Zulfa Yuzni, ST, M.Si kepada wartawan di Gampong Siem, Ahad (4/3) menyebutkan, karena ketiadaan dana, kegiatan pengrajin mengembangkan desain produk menjadi terhenti atau tidak berlanjut.

Padahal pengrajin kain songket di Gampong Siem begitu antusias untuk mengembangkan desain beragam model, sehingga menjadi produk yang menarik banyak peminat.

Antusias pengrajin tersebut seiring bertambahnya pengetahuan mendesain beragam model produk tenunan kain songket setelah mendapat bimbingan serta pelatihan dari tim pengabdian masyarakat jurusan arsitektur dan perencanaan, Fakultas Teknik Unsyiah sekitar delapan bulan lalu.

“Kalau Bupati Aceh Besar Mawardy Ali mau membantu pengembangan, kami siap membantu pengrajin,” ujar Siti Zulfa Yuzni yang didampingi anggotanya Evalina, Z, ST, MURP dan Zulfikar Taqiuddin, dosen Fakultas Tehnik Unsyiah.

Sebutnya, tujuan tim pengabdian memberikan pelatihan dan bimbingan kepada pengrajin sebelumnya, karena ingin mengembangkan desain dan model kain songket. Meningkatkan kreativitas pengrajin menghasilkan produk terapan berbentuk desain interior.

“Kegiatan yang pernah kita lakukan di Gampong Siem sebanyak tiga tahap yakni memberikan pelatihan merajut kepada pengrajin yang berminat, diskusi dan pengembangan desain produk baru, perpaduan motif kain songket dengan desain lainnya,” tutur dosen arsitektur, Fakultas Tehnik Unsyiah ini.

Antusias pengrajin, katanya begitu tinggi dalam menuangkan ide, gagasan motif dengan kombinasi desain dan warna. Kegiatan diikuti kalangan remaja putri dan ibu-ibu rumah tangga, sehingga menghasilkan suatu produk kain songket dengan 25 jenis motif.

Upaya dilakukan tim pengabdian ini, guna pengembangan desain terhadap produk kain songket ini bisa memiliki nilai jual tinggi yang akhirnya menambah pendapatan pengrajin.

Selain itu, meningkatkan produktivitas kerja dan pertambahan nilai ekonomi yang berdampak pertumbuhan ekonomi mikro pengrajin.

Usaha kerajinan tenun kain songket di Gampong Siem, sudah dikenal luas di Aceh dan kegiatannya sudah menjadi turun-temurun di masyarakat setempat.

Namun sebut Siti, usaha pengrajin tenun kain songket belum begitu berkembang, hanya memproduk kain dan selendang. Begitu juga kalangan generasi muda yakni remaja putri masih kurang berminat menenun kain songket.

Selain itu pemasaran produk kain songket hanya menunggu bila ada yang memesan. “Peminat biasanya selama ini memesan langsung dengan pengrajin,” jelasnya.

“Kami memberikan pelatihan dan bimbingan, agar tenunan kain songket pengrajin Gampong Siem bisa berkembang menjadi produk dengan desain, motif, corak yang dikoloborasikan rajut, bordir sebagai desain interior rumah tangga dan perkantoran,” jelasnya.

Gampong Siem masuk dalam wilayah Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, yang luasnya 25,71 hektare memiliki empat dusun dengan jumlah penduduk 692 jiwa (tahun 2014).

Umumnya pekerjaan penduduk adalah petani, wiraswasta dan pengrajin. Gampong Siem berjarak sekitar 25 kilometer dari pusat Kota Banda Aceh. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Corpopreneur Yes! Entrepreneur No!

Kita tidak butuh lagi peningkatan jumlah atau persentase entrepreneur. Yang dibutuhkan adalah bagaimana membesarkan perusahaan-perusahaan gurem itu menjadi perusahaan perusahaan besar. Perusahaan-perusahaan prinsipal yang karyawannya puluhan ribu bahkan ratusan ribu orang.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Dokter Bedah Yang Ditahan Kejari Pekanbaru Ini, Gemar Ongkosi Pasien Kurang Mampu

Tak hanya memberi pengobatan gratis, ternyata selama ini drg Masrial juga banyak membantu pasien kurang mampu. Apa saja bentuk bantuan itu?

Muru’ah

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Akibat drg Masrial Ditahan Kejari, Operasi Gratis Bibir Sumbing 40 Pasien Ini Terancam Batal

Akibat penahanan drg. Masrial, pelaksanaan operasi gratis bibir sumbing di Bengkulu terancam batal.