Situng KPU 78% di Dumai: Target Menang Besar Seperti 2014, Jokowi Kali Ini Kalah Telak dari Prabowo


JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Hasil hitung sementara real count scan C1 di sistem perhitungan suara Pemilu (Situng) KPU untuk Kota Dumai, Riau telah mencapai 78,36 persen. Sebanyak 659 TPS dari 841 TPS yang ada di Kota Minyak tersebut telah menginput scan C1.

Pantauan SERUJI, Sabtu (4/5) pukul 07.45 WIB pasangan Prabowo-Sandiaga berhasil meraih dukungan 57,54 persen warga Kota Dumai, unggul telak dari pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin yang baru hanya meraih 42,46 persen suara.

Keunggulan Prabowo ini membalik posisi Pilpres 2014, dimana pada waktu itu Jokowi mampu unggul dari Prabowo dengan 53,24 persen, sementara Prabowo kalah di 46,76 persen.

Prabowo Sementara Unggul di 5 Kecamatanan, Jokowi Hanya di 2 Kecamatan

Hasil real count sementara KPU untuk Kota Dumai, Sabtu (4/5/2019) pukul 07.45 WIB.

Bila pada Pilpres 2014, Jokowi mampu unggul di 4 Kecamatan dari 7 Kecamatan yang ada di Kota Dumai, kali ini, di Pilpres 2019 kondisi telah berbalik. Jokowi hanya mampu unggul sementara ini di 2 Kecamatan, sementara 5 kecamatan lainnya dikuasai Prabowo.

Pada Pilpres 2014, Jokowi mampu unggul di Dumai Timur, Bukit Kapur, Sungai Sembilan dan Medang Kampai. Namun, di Pilpres 2019 ini sebanyak 2 Kecamatan harus lepas, yakni Dumai Timur dan Medang Kampai.

Hasil real count sementara KPU untuk Kota Dumai, Sabtu (4/5/2019) pukul 07.45 WIB.

Pilpres 2019 ini, pasangan Prabowo-Sandiaga dari hasil real count sementara untuk Kota Dumai, mampu unggul di 5 Kecamatan dengan cukup telak. Rata-rata kemenangan pasangan yang diusung Gerindra, PKS, PAN, dan Demokrat ini unggul dua digit dari Jokowi-KH Ma’ruf Amin.

Bahkan di Kecamatan Dumai Timur dan Medang Kampai yang pada Pilpres 2014 Jokowi berhasil meraih dukungan lebih besar dari Prabowo, kini berbalik memberikan dukungan pada Prabowo dengan jumlah suara yang cukup besar.

Hasil real count sementara KPU untuk Kota Dumai, Sabtu (4/5/2019) pukul 07.45 WIB.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close