Sepasang Harimau Sumatera Terekam Kamera di Danau Toba

RANTAUPRAPAT, SERUJI.CO.ID – Sepasang Harimau Sumatera terekam kamera jarak jauh atau kamera trap saat melintas dalam kawasan konservasi satwa liar Dolok Surungan, Kabupaten Toba Samosir, setelah 44 tahun menjadi kawasan suaka marga satwa.

Program Maneger Tindakan Investigasi Memantau Ekosistem Sumatera Fajar Alam Siahaan di Rantauprapat, Jumat (16/2), mengatakan, penemuan itu hasil dari patroli tim konservasi Wilayah SM Dolok Surungan I di kawasan seluas 23.800 hektar pada Oktober 2017 hingga Februari 2018 bersama masyarakat.

Namun, dia menolak rincian lokasi penemuan satwa yang dilindungi undang-undang itu dengan alasan menghindari dari perburuan satwa liar.

Pihaknya yang bergerak di bidang perlindungan satwa langka di Dolok Surungan, Toba Samosir itu telah melaporkan penemuan tersebut kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara dan Tropical Forest Conservation Action for Sumatera (TFCA-Sumatera) atau disebut juga Aksi Nyata Konservasi Hutan Tropis Sumatera.

“Pemasangan kamera trap Januari 2018, sepasang Harimau Sumatera itu di temukan 3-6 Februari 2018,” katanya.

Dia menjelaskan, selama ini keberadaan Harimau Sumatera dengan nama latin “Panthera Tigris Sumatrae”itu hanya cerita masyarakat selama puluhan tahun di Dolok Surungan yang berbatasan dengan Kabupaten Asahan dan Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Sepasang Harimau yang tertangkap kamera di kawasan konservasi seluas 23.800 hektar itu, diperkirakan berumur 5-10 tahun dan tinggi sekira 1 meter.

“Harimau jantan tertangkap kamera sekira (03/2/2018) pukul 13.56 WIB. Sedangkan harimau betina terekam (06/2/2018) pukul 06.02 WIB,” ujarnya.

Bepala BBKSDA Sumut Hotmauli Sianturi ketika di hubungi mengapresiasi penemuan sepasang Harimau Sumatera oleh tim patroli konservasi dan lembaga pemantau perlindungan satwa liar di SM Dolok Surungan.

Pihaknya akan terus berupaya menjaga satwa liar asli Indonesia tersebut dengan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat tentang menjaga kelestarian satwa dan konflik manusia dengan harimau.

“Kami akan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dan akan menambah kamera trap untuk memantau aktivitas satwa liar itu,” katanya.

Ia mengatakan, SM Dolok Surungan, Toba Samosir merupakan kawasan konservasi bagi perlindungan dan habitat satwa liar diantaranya Harimau Sumatera dan Tapir.

Menurutnya, seekor harimau memerlukan 400 kilometer persegi kawasan hutan untuk aktivitas perburuan mencari makan dan daya jangkauannya di hutan. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER