Sekda Jambi Minta Masyarakat Pilah Sarden untuk Dikonsumsi

JAMBI, SERUJI.CO.ID – Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, M Dianto minta masyarakat di daerah itu untuk sementara memilah sarden atau ikan kemasan kaleng yang akan diskonsumsi karena banyaknya merek yang terindikasi mengandung parasit cacing.

“Dari hasil penelitian Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Jambi, ada beberapa temuan sarden (ikan kaleng) di pusat-pusat perbelanjaan Jambi yang diduga terindikasi parasit cacing,” katanya di Jambi, Jumat (30/3).

Sebab itu dirinya mengimbau masyarakat untuk sementara, atau sebelum ada penjelasan langsung dari pihak yang berwenang agar produk ikan kaleng seperti makerel ditunda dulu menkonsumsinya.

“Jadi tolong dipilah dulu makanan yang akan dikonsumsi,” ujarnya.

Namun kata Sekda, tidak semua ikan kaleng terindikasi parasit cacing, tapi yang bermerek ikan Makarel, banyak temuan mengandung cacing. Masyarakat harus melihat dulu label dan nomor produksinya ikan kaleng yang diminta untuk tidak dikonsumsi tersebut.

“Berdasarkan data Satgas Pangan Jambi ada 27 merek produk ikan kaleng market positif mengandung parasit cacing terdiri dari 16 merek produk impor dan 11 produk dalam negeri,” katanya menjelaskan.

Selain itu, Sekda juga mengimbau pihak distribusi dan pedagang produk tersebut untuk tidak menjual produk-produk yang oleh BPOM terindikasi mengandung cacing, sampai dilakukan penelitian selanjutnya.

Sebelumnya, Satgas Pangan Provinsi Jambi, Kamis (29/3) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah supermarket di Provinsi Jambi.

Dalam sidak itu Tim Satgas Pangan masih menemukan sejumlah merk produk ikan Makarel yang masih dijual di swalayan. Dan Tim Satgas Pangan memberi waktu tujuh hari kepada pihak swalayan serta mini market di Provinsi Jambi untuk segera menarik produk ikan kaleng yang terindikasi mengandung cacing berdasarkan rilis Badan POM.

Seperti diketahui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali mengumumkan perkembangan temuan terkait ikan makarel mengandung parasit cacing.

Dalam siaran resmi BPOM setelah melakukan sampling dan pengujian terhadap 541 sampel ikan dalam kemasan kaleng yang terdiri dari 66 merk, BPOM menemukan 27 merek (138 bets) positif mengandung parasit cacing. Terdiri dari 16 merek produk impor dan 11 merek produk dalam negeri.

Adapun 27 produk yang positif mengandung parasit cacing tersebut yakni ABC, ABT, Ayam Brand, Botan, CIP, Dongwon, DR Firs, Farmer Jack, Fiesta Seafood, Gaga, HOKI, dan Hosen.

Kemudian, Jojo, IO, Naraya, Poh Sung, Pronas, Sempio, TLC, TSC, Maya, Nago/Nagos, Pesca, LSC, Ranesa, S&W, serta Kings Fisher. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Membangun Kembali Budaya Bahari

Penjajah meninggalkan perangkat pelanggengan penjajahan melalui persekolahan. Persekolahan tidak pernah dirancang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Inilah 4 Keuntungan Membeli Apartemen Tipe Studio

Tinggal di apartemen saat ini sudah menjadi gaya hidup. Lokasi yang strategis dan ditunjang dengan berbagai fasilitas kemudahan menyebabkan banyak masyarakat urban, khususnya para eksekutif muda tertarik untuk tinggal di hunian vertikal.

Aksi Solidaritas Jurnalis-Aktivis di Pengadilan Tinggi Kalsel: Diananta Tidak Sendiri

Para aktivis dan jurnalis terus menggelar aksi solidaritas untuk mantan Pemred Banjarhits, Diananta Putera Sumedi yang disidang sebab menulis berita konflik lahan masyarakat adat versus perusahaan.

Masuki Masa Transisi New Normal, AMSI Jatim Keluarkan 7 Poin Imbauan

Mencermati perkembangan penyebaran Covid-19 di masa transisi New Normal yang semakin meningkat, AMSI Jawa Timur, mengeluarkan 7 poin imbauan.

CFD Kembali Ditiadakan, Fahira: Review dan Evaluasi Kunci Jakarta Kendalikan Covid-19

Senator DKI Jakarta Fahira Idris mengapresiasi keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang kembali meniadakan sementara kegiatan car free day (CFD).

Inilah 5 Kota Yang Jadi Incaran Calon Pembeli Rumah Saat Pandemi Covid-19

Pandemi corona telah mengubah wajah bisnis tanah air, termasuk sektor properti. Jika dulu orang membeli rumah harus datang ke lokasi proyek, sekarang tidak lagi.

Senator DKI: Pasar Harus Jadi Area Paling Aman dari Penyebaran Corona

Pencegahan penyebaran corona di pasar termasuk pasar tradisional menjadi salah satu langkah strategis dan efektif untuk menahan laju dan menghentikan penularan dan penyebaran Covid-19 di Indonesia

TERPOPULER