Satpol PP Sumbar Razia Petasan Selama Ramadhan

PADANG, SERUJI.CO.ID – Satuan Polisi Pamong Praja Sumatera Barat (Sumbar) akan melakukan razia terhadap pedagang petasan saat Ramadhan 1439 hijriah untuk menekan peredarannya karena berpotensi mengganggu kekhusukan ibadah taraweh.

“Petasan selalu menjadi salah satu yang dikeluhkan masyarakat karena mengganggu ibadah. Kita akan tertibkan,” kata Kepala Dinas Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Sumbar, Zul Aliman di Padang, Rabu (16/5).

Jenis petasan juga terus berkembang, tidak hanya menimbulkan suara letusan yang keras, ada juga yang bisa terbang dan meledak di udara.

Petasan seperti itulah yang dikhawatirkan bisa menimbulkan kebakaran.

Apalagi pada malam hari sebagian besar rumah masyarakat yang mayoritas islam ditinggal penghuninya ke masjid sehingga api sulit terdeteksi, kecuali sudah membesar.

Persoalannya bermain petasan sudah seperti budaya bagi generasi muda saat Ramadhan. Hampir di semua daerah letusan petasan terdengar di malam hari.

Pedagang petasan musiman juga memanfaatkan momen itu untuk mencari keuntungan sehingga peredarannya sulit diberantas.

Zul Aliman menyebutkan pihaknya akan melakukan patroli sekitar masjid untuk mengantisipasi orang-orang yang bermain petasan.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak menjual barang tersebut.

Untuk menjaga kenyamanan masyarakat selama Ramadhan Satpol PP Sumbar juga akan berkoordinasi dengan Pol PP kabupaten/kota untuk meningkatkan pengawasan terhadap rumah makan yang buka di siang hari.

“Rumah makan boleh buka untuk non muslim tetapi jangan sampai kentara,” katanya.

Satpol PP juga akan melakukan pengawasan terhadap anak muda yang melakukan ugal-ugalan dengan balapan di jalan raya selesai shalat subuh.

“Kita harap upaya yang dilakukan ini dapat memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang menjalankan ibadah di bulan Ramadhan,” tambahya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Jokowi, Propaganda Rusia dan Rand Corporation

Penggunaan istilah Propaganda Rusia ini menjadi masalah besar sebab dalam kapasitas apa Jokowi menyatakan hal tersebut? Apakah sebagai Presiden Republik Indonesia atau sebatas calon presiden (Capres)?

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER