Satpol PP Gencarkan Razia Gepeng Musiman

REJANG LEBONG, SERUJI.CO.ID – Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menggencarkan razia gelandangan dan pengemis (gepeng) musiman yang beroperasi saat Ramadhan di daerah itu.

Kepala Satpol PP Kabupaten Rejang Lebong, Rachman Yuzir di Rejang Lebong, Rabu (23/5), mengatakan razia tersebut dalam rangka menjaga ketertiban masyarakat dan keindahan kota, karena sudah menjadi kebiasaan saat bulan Ramadhan dan hari raya akan muncul pengemis musiman dari berbagai daerah.

“Selasa (22/5) kemarin petugas Satpol PP Rejang Lebong sempat mengamankan empat anak-anak peminta sumbangan dengan menggunakan kotak amal di lampu merah dalam Kota Curup. Mereka ini berasal dari Kota Lubuklinggau, Sumsel,” katanya.

Empat peminta sumbangan yang yang diamankan itu kemudian didata lalu dilepas kembali, sedangkan kotak amalnya mereka sita.

“Kami meminta agar pengguna jalan dan masyarakat lainnya agar tidak memberikan uang kepada para peminta sumbangan dan pengemis ini, karena nantinya akan menyebabkan mereka malas untuk bekerja,” ujar Rachman menambahkan.

Selain bermunculannya para peminta sumbangan lintas provinsi, kata dia, juga terjadi peningkatan jumlah gelandangan dan pengemis yang keberadaannya meresahkan warga. Mereka banyak terlihat di pasar tradisional.

Sejauh ini pihaknya belum bisa melakukan penindakan terhadap pelanggar Perda maupun penyakit masyarakat di wilayah Kabupaten Rejang Lebong karena belum memiliki penyidik pegawai negeri sipil (PPNS).

Untuk itu, pihaknya masih akan melakukan penertiban keberadaan gepeng ini, serta meminta pihak Dinas Sosial setempat agar dapat terlibat karena menyangkut dengan permasalahan sosial sehingga mereka yang tertangkap bisa dikirim ke panti sosial. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Reuni 212, Aksi Yang Berat Terasa Ringan

Aksi reuni 212 tahun 2018 ini bukan hanya dihadiri oleh kaum muslimin, tapi juga oleh pemuka lintas agama. Sebuah spirit yang sangat besar pengaruhnya untuk perubahan bangsa ke depan. Ini sebuah bukti lagi, bahwa umat islam bukan pecundang. Umat Islam bukan teroris pemecah belah bangsa, umat islam bukan anti kebhinnekaan .....

Ruang Publik yang Manusiawi bersama Pancasila

Indeks dalam konteks ini telah berhasil mengucapkan sayonara pada ide sekularisme.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Muru’ah

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Dokter Bedah Yang Ditahan Kejari Pekanbaru Ini, Gemar Ongkosi Pasien Kurang Mampu

Tak hanya memberi pengobatan gratis, ternyata selama ini drg Masrial juga banyak membantu pasien kurang mampu. Apa saja bentuk bantuan itu?