Rumah Sakit Daerah Diharapkan Rawat Pasien Difteri

0
19
ruangan khusus
Ruang isolasi penderita penyakit difteri. (Foto: istimewa)

BANDA ACEH, SERUJI.CO.ID – Wakil Direktur Pelayanan Medis pada Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh Azharuddin mengharapkan rumah sakit di daerah-daerah merawat pasien difteri dan tidak langsung merujuk ke rumah sakit milik Pemerintah Aceh tersebut.

“Kami mengimbau rumah sakit di daerah tidak perlu merujuk semua pasien difteri ke RSUDZA. Kami yakin hampir semua rumah sakit di kabupaten/kota di Aceh mampu merawat pasien difteri,” kata Azharuddin di Banda Aceh, Rabu (20/12).

Azharuddin mengatakan, saat ini RSUDZA merawat 11 pasien difteri. Jumlah tersebut meningkat dari pekan sebelum. Padahal, jumlah pasien difteri awalnya diprediksi berkurang.

loading...

Dengan bertambah jumlah pasien, katanya, tentu menyulitkan pihak RSUDZA. Sebab, penanganan pasien difteri harus dengan ruangan khusus atau isolasi. Sementara, ruangan isolasi di RSUDZA jumlahnya terbatas.

“Difteri ini penyakit berbahaya dan mudah menular melalui pernapasan. Namun, penanganannya tidak sesulit yang dikira. Penanganan pasien hanya dengan isolasi, tidak dicampur dengan pasien lainnya. Serta memiliki dokter spesialis anak,” sebutnya.

Azharuddin menyebutkan, selama ini ada anggapan jika ada pasien difteri di daerah langsung dirujuk ke RSUDZA. Seharusnya, yang dirujuk itu dengan kondisi medis yang mengkhawatirkan.

“Sekarang ini tidak, yang belum positif difteri langsung dirujuk ke RSUDZA. Malah ketika dirujuk tanpa ada koordinasi dan komunikasi dengan kami. Seharusnya, koordinasikan dengan kami,” ujarnya.

Oleh karena itu, Azharuddin mengharapkan rumah sakit di daerah tidak langsung merujuk pasien difteri. Rujukan dilakukan bila pasien membutuhkan penanganan serius.

“Seperti pasien membutuhkan bedah saluran pernapasan di leher. Kalau rumah sakit daerah tidak memiliki ahli bedah, kami siap membantu,” kata Azharuddin menyebutkan.

Terkait Anti Serum Difteri atau ADS, Azharuddin menyebutkan, serum tersebut dipasok oleh Dinas Kesehatan Provinsi Aceh. RSUDZA maupun rumah sakit lainnya tidak menyimpan obat antidifteri tersebut.

“Rumah sakit mengajukan permohonan serum ke Dinas Kesehatan sesuai kebutuhan. Kami tidak memiliki dan menyimpan serum antidifteri karena kedaluwarsanya sangat singkat,” pungkasnya. (Ant/SU03)

Komentar

BACA JUGA
kereta ringan

Pemerintah Sumsel Kaji Pendapatan di Luar Tarif LRT

PALEMBANG, SERUJI.CO.ID - Pemerintah mengkaji kemungkinan meraih pendapatan di luar tarif jalur kereta api dalam kota Light Rail Transit, atau LRT untuk menutupi tingginya biaya...

Sidang Kasus First Travel Libatkan 96 Saksi

DEPOK, SERUJI.CO.ID - Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat, melanjutkan sidang terhadap tiga terdakwa kasus First Travel dengan agenda pembacaan nota keberatan terdakwa atau eksepsi dengan...

Agenda Sidang Perdana PK Ahok Terkait Pembacaan Memori

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Sidang perdana Peninjauan Kembali (PK) kasus penodaan agama dengan terpidana mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara,...
Suap

Suap APBD Jambi, Anggota DPRD Mulai Diperiksa

JAMBI, SERUJI.CO.ID - Sejumlah anggota DPRD Provinsi Jambi menjalani pemeriksaan di Pengadilan Tipikor untuk tiga terdakwa kasus suap APBD Provinsi Jambi 2018 senilai Rp3,4 miliar. Berdasarkan...

PBB: Badai Ancam Jutaan Pengungsi Muslim Rohingya di Bangladesh

NEW YORK, SERUJI.CO.ID - Musim badai yang akan tiba mengancam lebih dari 1,5 juta pengungsi Muslim Rohingya dari Myanmar di kamp pengungsi Bangladesh selain sebanyak...
loading...
KH. Luthfi Bashori

Ajari Anakmu Ilmu Agama

Sy. Abu Hurairah RA mengutarakan Rasulullah SAW bersabda, “Tidak seorang anak pun yang lahir melainkan dalam keadaan suci bersih. Kedua orangtuanyalah yang menyebabkan dia...
Light at the end of the tunnel

Garis 8: Hak Asasi Manusia di Hadapan Tuhan

Saat ini banyak manusia yang menuntut agar “berhak segalanya". Apapun yang dikehendaki tak boleh dilarang, dengan sekedar alasan “tokh, tidak ganggu orang lain”. Maka,...
Green Action - JRC 9

Green Action di Taman Harmoni, Sampah Jadi Emas

Warna Keputih, Sukolilo Surabaya, 6 tahun lebih yang lalu terbiasa dengan bau sampah yang menyengat. Bau busuk semakin menusuk kala hujan tiba. Namun, sejak beberapa...