Realisasi Program Indonesia Pintar Baru 65 Persen

REJANG LEBONG, SERUJI.CO.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menyebutkan realisasi Program Indonesia Pintar (PIP) untuk pelajar SD di daerah ini baru mencapai 65 persen.

Kabid Pengelolaan Sekolah Dasar Disdikbud Rejang Lebong Deri Efendi, di Rejang Lebong, Jumat (29/12), mengatakan jumlah pelajar SD yang menerima bantuan dari pemerintah pusat dalam program PIP tersebut sebanyak 8.576 siswa yang tersebar dalam 15 kecamatan.

“Pelajar SD yang menerima bantuan ini berasal dari kalangan tidak mampu mulai dari kelas I sampai dengan kelas VI, per tahun mendapatkan bantuan mulai dari Rp 250.000 hingga Rp 450.000,” katanya lagi.

Program yang sudah digulirkan di Rejang Lebong sejak 2016 lalu ini, ujarnya, belum berjalan maksimal kalangan penerimanya tersebut merupakan pelajar bukan hanya tinggal di wilayah kecamatan dalam kota namun juga tinggal di pelosok.

Kendala yang dihadapi pelajar yang menerima bantuan ini adalah tidak adanya kelengkapan administrasi kependudukan seperti KTP atau KK yang menjadi syarat untuk mengambil uang di bank yang ditunjuk.

Selain itu, tidak semua kecamatan di Rejang Lebong memiliki bank, sehingga mereka harus mengajak orang tuanya pergi ke kota atau kecamatan terdekat, sedangkan mayoritas orang tua mereka adalah petani kebanyakan tinggal di desa atau kebun.

Sementara itu, staf pengelola khusus PIP Disdikbud Rejang Lebong Al Fajar menambahkan dari jumlah pelajar yang menerima bantuan PIP ini pada beberapa sekolah yang mereka survei sudah tidak lagi bersekolah, sehingga keberadaannya harus dicoret dari daftar penerima bantuan.

Bantuan PIP itu, katanya, disalurkan kepada masing-masing pelajar yang dianggap layak menerimanya oleh pemerintah pusat secara langsung, sedangkan pihak sekolah hanya memberikan data calon penerimanya melalui operator PIP.

“Besar bantuan PIP ini terhitung sejak tahun 2016 lalu sampai akhir 2017 ini jumlahnya lebih dari Rp 13 miliar, bantuan ini selagi penerimanya dianggap layak dan masih masuk dalam Dapodik nantinya setelah meneruskan ke SMP masih akan dapat bantuan ini,” ujarnya.

Dia berharap bantuan ini nantinya bisa tersalurkan hingga 100 persen, mengingat perbankan yang ditunjuk pemerintah pusat dalam program PIP mulai 2018 nanti akan melakukan program jemput bola dengan mendatangi sekolah-sekolah yang siswanya menerima bantuan PIP. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Muru’ah

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Dokter Bedah Yang Ditahan Kejari Pekanbaru Ini, Gemar Ongkosi Pasien Kurang Mampu

Tak hanya memberi pengobatan gratis, ternyata selama ini drg Masrial juga banyak membantu pasien kurang mampu. Apa saja bentuk bantuan itu?