Razia Qanun Syariat Islam di Meulaboh, Pelanggar Terkesan Cuek

5
469
  • 94
    Shares
Remaja putri yang tertangkap melanggar Qanun di depan Kantor Bupati Aceh Barat langsung dibina dengan diberi nasehat dan peringatan (foto: SERUJI/Arief)

MEULABOH – Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah  (Satpol PP-WH) Aceh Barat pada Kamis (06/04) kemarin mengadakan razia syariat Islam. Satuan pengawal Qanun di Aceh ini mengadakan razia rutin terkait penerapan Qanun tentang syariat Islam. Dalam razia tersebut terjaring 52 remaja yang berpakaian tidak sesuai syariat Islam.

Kebanyakan remaja putri tersebut ditangkap karena kedapatan menggunakan pakaian yang tidak sempurna menutup aurat sesuai aturan dalam syariat Islam, seperti jilbab yang ala kadarnya atau celana yang sangat ketat. Sebagai wilayah yang mendapat otonomi khusus, Aceh berhak menjalankan peraturan daerah sesuai syariat Islam atau yang dikenal dengan sebutan Qanun.

Para remaja yang ditangkap tersebut telah melanggar pasal 13 Qanun Nomor 11 Tahun 2002 tentang Pelaksanaan Syariat Islam Bidang Aqidah, Ibadah dan Syi’ar Islam. Pasal tersebut menyebutkan setiap muslim di Aceh wajib berbusana islami.

Remaja putri yang tertangkap melanggar Qanun di depan Kantor Bupati Aceh Barat langsung dibina dengan diberi nasehat dan peringatan (foto: SERUJI/Arief)

Razia yang dilaksanakan di Jalan Gajah Mada kota Meulaboh, yang berada tepat di depan Kantor Bupati Aceh Barat, sore kemarin tidak memberi sanksi apapun, para pelakunya hanya diberi nasehat dan dicatat identitasnya.

Tidak adanya sanksi yang tegas membuat remaja yang tertangkap sering kali mengulangi kembali perbuatannya.

Penerapan Qanun yang tanpa sanksi tegas ini tidak menimbulkan efek jera, bahkan sering dilecehkan. Seorang remaja putri yang tertangkap bahkan dengan santainya nyeletuk “Saya sudah kenyang (dengar) ceramah, buat Undang-undang yang tegas ya.”

Warga juga menyayangkan sikap pelanggar syariat Islam di bumi Teuku Umar ini yang sering menyepelekan Qanun tersebut.

“Yang bagus sanksi menurut saya. Tolong beritahukan kepada perancang undang-undang, apabila ada yg melanggar aturan buat denda seperti undang-undang lalulitas. Kalau tidak demikian tidak patuh. Contoh pakai helm hampir 100% patuh,” ujar warga yang biasa dipanggil Ceklan.

Qanun 11 Tahun 2002 mengatur tentang tatacara berpakaian muslim dan muslimah di wilayah Propinsi Aceh. Ada empat kriteria pakaian Islami dalam Qanun tersebut; menutup aurat, longgar, tidak tipis, dan terbuat dari bahan yang bukan najis.

EDITOR: Iwan S

5 KOMENTAR

  1. Alhamdulillah perbuatan baik menerapkan syariat spt ini hrs terus dilakukan dan mhn ditambah lagi dengan memberikan nasehat kpd toko-toko busana untuk membatasi ketersediaan busana yg penggunaannya di luar rumah tapi tdk sesuai dgn syar’i.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU