Puluhan Warga Karimun Diduga Keracunan Makanan

KARIMUN, SERUJI.CO.ID – Puluhan warga di Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau dirawat di RSUD Muhammad Sani, diduga keracunan makanan usai makan nasi kotak dalam sebuah acara di Coastal Area, Tanjung Balai Karimun.

“Habis makan siang di acara TNI di Coastal Area semalam, Minggu (28/1). Setelah makan nasi kotak pada acara itu, anak saya mual-mual dan muntah-muntah,” ujar seorang warga Sei Lakam, Tanjung Balai Karimun Rustam ketika ditemui di RSUD Muhammad Sani, Selasa (30/1) dinihari.

Rustam menuturkan, awalnya anaknya mengalami pusing usai menyantap makanan yang disiapkan penyelenggara, namun saat itu dia menganggap efek dari sengatan panas matahari.

“Memang hari cukup panas kemarin, tapi selang beberapa jam kemudian dia muntah-muntah, langsung saya bawa pulang. Sampai di rumah saya suruh istirahat saja,” katanya.

Namun, kondisi anaknya tidak kunjung pulih, bahkan selain pusing dan muntah, keluarganya pun turut serta mengalami diare.

“Katanya sendi-sendinya ngilu. Makanya kami bawa dia kemari,” katanya Salah satu korban yang dirawat di RBST antara lain, Desi Cahyana yang juga mual dan muntah-muntah.

“Sudah dua kali dia dirawat, tadi pagi jam 10, tapi sudah diizinkan pulang. Sekarang harus dirawat lagi,” kata orang tua Desi.

Sementara itu, para penari Sanggar Pelangi Budaya Karimun, yang tampil dalam acara tersebut juga dirawat di beberapa rumah sakit.

“Hampir 60 penari saya yang juga siswa juga mual dan muntah-muntah. Anak saya dua orang juga kena, mertua saya juga,” kata pimpinan Sanggar Pelangi Budaya Karimun, Adi melalui selularnya Senin (28/1) malam.

Informasi dihimpun, puluhan warga dari berbagai usia, termasuk personel TNI dan Polri ikut dirawat di RSUD Muhammad Sani, Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT), klinik Awang Lim dan beberapa puskesmas.

Sementara itu, pantauan hingga Selasa (30/1) pukul 12.25 WIB, korban yang dirawat terus bertambah, termasuk pemain Marching Band yang juga tampil dalam acara bhakti sosial dan atraksi pendaratan penerjun payung Korps Marinir di Coastal Area, Tanjung Balai Karimun tersebut.

Sejumlah pewarta yang meliput di RSBT tidak dibenarkan untuk mengambil gambar beberapa korban yang mendapat perawatan medis. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.

Lima Macam Riba Yang Diharamkam