Premium Subsidi Langka di Aceh

0
55
BBM tipe Premium terbatas (Foto: nrmnews.com)

ACEH, SERUJI.CO.ID – Bahan bakar minyak bersubsidi jenis premium belakangan ini mulai langka di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) seperti Kabupaten Aceh Besar maupun Kota Banda Aceh.

Di sejumlah SPBU wilayah Aceh Besar maupun Kota Banda Aceh, Jumat (30/3), kosongnya BBM subsidi jenis premium hingga petugas mengarahkan pengendera roda dua, tiga maupun roda empat untuk mengisi BBM nonsubsidi jenis pertalite.

Salah seorang penyedia jasa konvensional roda tiga (becak) Khairul, Jumat (30/3) mengaku kecewa terhadap kebijakan Pemerintah maupun PT Pertamina yang membatasi BBM bersubsidi jenis premium di sejumlah wilayah provinsi paling ujung barat Indonesia.

“Hari ini saja sudah empat (4) SPBU saya datangi untuk mengisi premium, tapi ke empat SPBU yang saya datangi tersebut kata pertugas premium kosong,” kata penyedia jasa konvensional tadi di salah satu SPBU yang berada di Jalan Soekarno Hatta, Aceh Besar.

“Seharusnya pemerintah tidak membatasi premium subsidi dan jika ini terus terjadi ekonomi masyarakat terjepit,” tambah abang becak tadi.

Dia mengakui, dibatasinya BBM subsidi jenis premium sangat berdampak terhadap pendapatan penyedia jasa antar jemput dan pengguna jasa sangat keberatan menggunakan jasa becak jika harganya melambung.

“Kalau kita naikkan ongkos penumpang bilang mahal sekali dan sudah pasti tidak naik becak dan penumpang lebih memilih jasa online padahal naiknya ongkos becak karena kami menggunakan BBM non subsidi,” tuturnya.

Salah seorang petugas SPBU 13.233.404 di Jalan Soekarno Hatta, Gampong (desa) Meunasah Manyet, Mukim Pagar Air, Kecamatan Ingin Jaya, kabupaten Aceh Besar mengutarakan, PT Pertamina sudah membatasi BBM bersubsini dan penggantinya adalah nonsubsidi jenis pertalite.

“Sudah satu bulan lebih premium dibatas dan penggantinya adalah pertalite. Sementara pertalite nonsubsidi,” ujarnya seorang petugas SPBU 13.233.404 dan meminta namanya tidak dicantumkan.

Lebih lanjut petugas tadi mengungkapkan, sebelum adanya BBM nonsubsidi jenis pertalite pihaknya menjual premium bersubsidi per hari sampai 24 ton dan pasokannya normal.

“Selama ini premium maksimal satu hari diberi jatah delapan (8) ton, kadang dua hari 8 (ton), makanya premium bersubsidi sering kosong,” ungkapnya sembari memastikan untuk tidak dicantumkan identitasnya.

Ada pun harga BBM bersubsidi jenis premium Rp6.450/liter, solar 5.150/ liter. Sementara nonsubside jenis pertalite Rp7.800/ liter, pertamina Dex Rp 9.000/ liter, pertamax 92 Rp 13.233/ liter dan pertamax turbo 13.404/ liter. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
menhub

Menhub: Cuaca Buruk Belum Mempengaruhi Sektor Penerbangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan sektor penerbangan belum terpengaruh kondisi cuaca buruk seperti yang dialami sektor pelayaran, meskipun kewaspadaan tetap...
tewas

Karena Kecelakaan Mobil, Pilot Lion Air Dimakamkan di Madinah

SERANG, SERUJI.CO.ID - Pilot Lion Air Captain Bambang Sugiri yang meninggal karena kecelakaan mobil di Arab Saudi, Sabtu (21/7), akan dimakamkan di Madinah pada...
Tahanan kabur

Dua dari 31 Orang Napi Lapas Doyo Yang Kabur Telah Diamankan

SENTANI, SERUJI.CO.ID - Kapolres Jayapura AKBP Victor Mackbon mengatakan jumlah narapidana yang melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura,...

Untuk Asian Games, PSSI Miliki Dua Bus Baru

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memiliki dua unit bus baru sebagai moda transportasi tim nasional sepak bola Indonesia menjelang bergulirnya...

Dirjen PAS: OTT di Sukamiskin Masalah Serius dan Tak Terduga

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami mengatakan kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)...