Polda Riau Selidiki Restoran Pakai Gas 3 Kg

0
53
Ilustrasi

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID – Kepala Kepolisian Daerah Riau, Irjen Pol Nandang menyatakan telah memerintahkan direktorat kriminal khusus untuk menyelidiki restoran dan rumah makan yang menggunakan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram.

“Betul, sudah ditugaskan direskrimsus untuk mengecek restoran dan rumah makan yang menggunakan gas elpiji 3 kg,” kata Kapolda Riau, Irjen Pol Nandang di Pekanbaru, Senin (25/12).

Menurutnya hal itu dilakukan karena gas melon tersebut merupakan subsidi pemerintah yang diperuntukkan untuk masyarakat tidak mampu. Oleh sebab itu kalangan usaha mapan menurutnya tidak dibolehkan untuk menggunakannya.

Bahkan, dia mengatakan bahwa gas tersebut hanya untuk masyarakat berpnghasilan Rp1 juta ke bawah. Sehingga yang punya penghasilan di atas itu harus menggunakan gas 12 kilogram yang non subsidi.

Diketahui sejak adanya gas subsidi tersebut, sering terjadi kelangkaan. Termasuk di Riau dari laporan pemberitaan hampir seluruh kabupaten/kota mengalami masalah ini mulai dari Dumai, Pekanbaru, Siak, Bengkalis dan sebagainya.

Bukan cuma langka harga barang bersubsidi ini juga didapati dengan mahal oleh masyarakat miskin. Barang bersubsidi dengan harga eceran tertinggi Rp18.000 per tabung di Pekanbaru bisa dipasarkan di tingkat akhir (konsumen) hingga Rp40.000/tabung hampir menyamai harga non subsidi.

Seperti yang dirasakan Luciana di Jalan Fajar Labuh Baru, Pekanbaru ia harus mondar-mandir mencari gas hingga didapat di salah satu warung yang lumayan jauh dari rumahnya. “Sepertinya orang warung mulai takut menjual gas kalau-kalau kena sidak, saya terpaksa membeli Rp40.000/ tabung, ” ujarnya menyembunyikan tempat pembeliannya.

Di tingkat pusat, Badan Reserse Kriminal Polri melalui Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus, Brigjen Pol Agung Setya juga telah menyampaikan pihaknya akan menyelidiki penyebab terjadinya kelangkaan peredaran tabung gas elpiji tiga kilogram bersubsidi di masyarakat.

“Kami akan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk mengidentifikasi apakah ada penyimpangan yang membuat terjadi kelangkaan,” kata Brigjen Agung.

Pihaknya pun meminta masyarakat mampu agar tidak menggunakan tabung gas elpiji tiga kilogram dan beralih pada tabung gas elpiji dua belas kilogram. (Ant/SU01)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Kampanye di Kota Banjar, Ridwan Kamil Blusukan ke Pasar

KOTA BANJAR, SERUJI.CO.ID - Tanpa didampingi Calon Wakil Gubernur Uu Ruzanul Ulum, Ridwan Kamil, Calon Gubernur Jawa Barat, blusukan ke pasar Banjar, Jawa Barat,...

Tips Makan Sehat Puasa

Oleh: dr. Irsyal Rusad, Sp PD, dokter spesialis Penyakit Dalam. SERUJI.CO.ID - "Puasalah agar kamu sehat", demikian salah satu hadis Rasulullah berkaitan dengan manfaat puasa bagi yang...

DPR Anggap Polisi Lakukan Pelecehan Karena Jadikan Alquran Sebagai Bukti Terorisme

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Sodik Mudjahid menganggap kepolisian telah melakukan pelecehan pada ummat Islam karena tindakan menjadikan Alquran sebagai barang...

Pertamina TBBM Sei Siak kembali Resmikan Program CSR untuk Masyarakat Tanjung RHU dan Pesisir

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID - PT Pertamina (Persero) Terminal Pengisian Bahan Bakar Minyak (TBBM) Sungai Siak meresmikan program Corporate Social Responsibility (CSR) pemberdayaan masyarakat di kelurahan...

Tebarkan Semangat Kebaikan, Bahagia Bersama Yatim PKPU HI Mulai Bergulir

BALIKPAPAN, SERUJI.CO.ID - Di hari kedua Ramadhan PKPU Human initiative Kaltim menyalurkan program Bahagia Bersama Yatim berupa paket bingkisan, Sebar Al-Quran dan Buka Puasa...