Polda Bangka Belitung Musnahkan Ribuan Liter Miras

PANGKALPINANG, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung memusnahkan barang bukti berupa ribuan liter minuman keras hasil produksi rumah tangga menjelang masuknya bulan suci Ramadhan 1439 Hijriah.

“Totalnya ada lima drum dan 67 jerigen arak, 574 botol miras berkadar alkohol di atas 15 persen, 180 minuman keras yang dibungkus plastik, 10 ember bahan baku arak dan satu guci arak yang sudah dikemas,” kata Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol Syaiful Zachri di Pangkalpinang, Rabu (16/5).

Ribuan liter minuman keras tersebut berasal dari 32 orang tersangka yang bertindak sebagai pembuat dan penjual, terdiri atas 28 tersangka laki-laki dan empat orang perempuan.

Syaiful mengatakan, maraknya penyalahgunaan minuman keras sudah menjadi penyakit masyarakat sekaligus peringatan bagi masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap keluarga agar tidak terlibat penyalahgunaannya, termasuk juga penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang.

“Peredaran minuman keras di Babel cukup memprihatinkan walaupun sudah sering dilakukan razia. Dampaknya juga sudah menjurus kepada kemerosotan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama dalam memerangi penyalahgunaan minuman keras, narkoba dan obat-obatan terlarang yang dimulai dari lingkungan terdekat.

“Kami menargetkan zero penyalahgunaan minuman keras selama Ramadan. Untuk itu peran serta masyarakat untuk mulai terlibat memberikan informasi kepada aparat penegak hukum agar bisa mengambil tindakan,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada seluruh organisasi masyarakat atau kelompok masyarakat agar tidak melakukan “sweeping” tempat hiburan sendiri tanpa keterlibatan pihak penegak hukum.

“Lebih baik serahkan saja kepada kami untuk menindaknya. Jangan bertindak sendiri dan sampaikan informasinya ke kami. Kalau ada ormas yang melakukan ‘sweeping’, saya pastikan akan menindak tegas,” ujarnya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Selesai ?

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER