Peternak Ikan di Siak Sukses Budidaya Lele Sistem Bioflok

SIAK, SERUJI.CO.ID – Peternak ikan di Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Riau sukses melakukan budidaya lele sistem kolam bioflok, dengan penghasilan sebesar Rp14 juta per sekali panen.

Zarkasi Effendi, Pembudidaya lele di kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak melakukan budidaya ikan lele bioflok di kolam berukuran dua meter.

“Modal awal saya membuat kolam ikan lele sistem bioflok ini sekitar Rp6,5 juta. Kolam tersebut mampu menampung bibit lele sebanyak 5.000 ekor lebih,” ujar Zarkasi Effendi di Siak, Rabu (16/5).

Dia mengatakan, budidaya lele sistem bioflok itu keunggulannya bisa panen lebih cepat, hanya memakan waktu tiga bulan saja lele sudah bisa dipanen.

“Keuntungan satu kolam lele sistem bioflok bisa mencapai Rp14 juta per sekali panen,” ungkap dia.

Zarkasi mengatakan pemasaran ikan lele organik ini cukup baik, permintaan pasar juga cukup tinggi. Bahkan dirinya mengaku kewalahan untuk memenuhi permintaan konsumen, terutama dari Pekanbaru.

“Untuk pemasarannya kita lebih banyak untuk mengisi rumah makan dan pasar tradisional,” sebutnya.

Pemberian pangan untuk budidaya ikan lele sistem bioflok dijamin bersih dengan memberikan pelet yang diolah tanpa bahan kimia. Selain itu kandungan protein dan omega yang dikandung lele bioflok cukup tinggi.

“Banyak orang berpikiran kalau lele itu jorok, namun lele hasil budidaya sistem bioflok tidak demikian. Kami bisa menjamin kebersihannya, bahkan yang tadi tidak suka lele kalau makan lele bioflok ini jadi suka,” ucapnya.

Penerapan teknologi sistem bioflok itu sangat menguntungkan karena bisa menekan biaya produksi. Selain itu kualitas ikan cukup bagus dan bisa dikembangkan di pekarangan rumah dengan membuat kolam terpal berbentuk lingkaran.

Kelebihan budidaya lele melalui sistem bioflok dapat menggunakan pakan alami untuk menambahkan probiotik. Probiotik itu tentu dapat mengurai sisa-sisa pakan menjadi gumpalan-gumpalan yang mengandung mikroorganisme (bakteri, jamur, algae, protozoa, cacing) untuk dijadikan pakan alami. Bahkan, kotoran pakan sistem bioflok juga kembali dimakan ikan. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER