Peternak Ikan di Siak Sukses Budidaya Lele Sistem Bioflok

0
99
  • 2
    Shares
Budidaya lele menggunakan sistem bioflok (foto:istimewa)

SIAK, SERUJI.CO.ID – Peternak ikan di Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Riau sukses melakukan budidaya lele sistem kolam bioflok, dengan penghasilan sebesar Rp14 juta per sekali panen.

Zarkasi Effendi, Pembudidaya lele di kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak melakukan budidaya ikan lele bioflok di kolam berukuran dua meter.

“Modal awal saya membuat kolam ikan lele sistem bioflok ini sekitar Rp6,5 juta. Kolam tersebut mampu menampung bibit lele sebanyak 5.000 ekor lebih,” ujar Zarkasi Effendi di Siak, Rabu (16/5).

Loading...

Dia mengatakan, budidaya lele sistem bioflok itu keunggulannya bisa panen lebih cepat, hanya memakan waktu tiga bulan saja lele sudah bisa dipanen.

“Keuntungan satu kolam lele sistem bioflok bisa mencapai Rp14 juta per sekali panen,” ungkap dia.

Zarkasi mengatakan pemasaran ikan lele organik ini cukup baik, permintaan pasar juga cukup tinggi. Bahkan dirinya mengaku kewalahan untuk memenuhi permintaan konsumen, terutama dari Pekanbaru.

“Untuk pemasarannya kita lebih banyak untuk mengisi rumah makan dan pasar tradisional,” sebutnya.

Pemberian pangan untuk budidaya ikan lele sistem bioflok dijamin bersih dengan memberikan pelet yang diolah tanpa bahan kimia. Selain itu kandungan protein dan omega yang dikandung lele bioflok cukup tinggi.

“Banyak orang berpikiran kalau lele itu jorok, namun lele hasil budidaya sistem bioflok tidak demikian. Kami bisa menjamin kebersihannya, bahkan yang tadi tidak suka lele kalau makan lele bioflok ini jadi suka,” ucapnya.

Penerapan teknologi sistem bioflok itu sangat menguntungkan karena bisa menekan biaya produksi. Selain itu kualitas ikan cukup bagus dan bisa dikembangkan di pekarangan rumah dengan membuat kolam terpal berbentuk lingkaran.

Kelebihan budidaya lele melalui sistem bioflok dapat menggunakan pakan alami untuk menambahkan probiotik. Probiotik itu tentu dapat mengurai sisa-sisa pakan menjadi gumpalan-gumpalan yang mengandung mikroorganisme (bakteri, jamur, algae, protozoa, cacing) untuk dijadikan pakan alami. Bahkan, kotoran pakan sistem bioflok juga kembali dimakan ikan. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama