close

Peran Aktif PKPU HI Pada Bulan Pengurangan Risiko Bencana Nasional di Medan

MEDAN, SERUJI.CO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali menggelar peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Nasional. Acara Ini berlangsung di Kota Medan pada 19 sampai 26 Oktober 2018.

Dikutip dari laman bnpb.go.id, kegiatan PRB tahun ini memiliki tema besar. Tema tersebut berjudul Sustainable Resilience For Sustainable Development: Kemitraan Pemerintah, Masyarakat, dan Lembaga Usaha Untuk Membangun Ketangguhan (Coherency For Resilience Through People Public Private Partnership).

Adapun tujuan khusus pada acara PRB tahun ini salah satunya adalah mengembangkan kemitraan antara pemerintah dengan lembaga usaha dan kemanusiaan. Bukan hanya itu saja, pengembangan kemitraan juga melibatkan pemda setempat dengan upaya untuk membangun kesinambungan yang berbasis PRB. Oleh karena itu, PKPU Human Initiative turut menjadi bagian dari tujuan khusus tersebut.

Salah satu upaya untuk mewujudkan peran aktif PKPU Human Initiative yakni dengan cara menjadi peserta pameran PRB Nasional. PKPU HI mendirikan stand yang mengajak masyarakat untuk dapat mengenal lebih jauh tentang bagaimana tanggap bantuan bencana. Stand dengan nomor 85 ini sudah dibuka dari tanggal 21 sampai 24 Oktober 2018.


“PKPU HI berperan aktif sebagai peserta pameran PRB Nasional. Stand kami nomor 85 dan sudah ada sejak 21 sampai 24 oktober 2018.” ujar Mardi Sahendra selaku Kacab Sumut melalui komunikasi whatsapp, pada Rabu (24/10).

Rangkaian acara pameran kebencanaan juga mendapatkan respon baik dari partisipan yang dating ke stand PKPU HI. PKPU Human Initiative berusaha untuk memberikan informasi secara lengkap mengenai kebencanaan kepada masyarakat luas.

Informasi tersebut terkait dengan alat-alat rescue atau alat pelindung diri (APD). Selain itu, PKPU HI juga mengajak partisipan untuk bergabung dalam permainan dan turut menyaksikan dokumentasi aksi emergency rescue melalui tampilan foto dan video.

“PKPU HI memperkenalkan alat-alat rescue/APD, games, dokumentasi aksi emergency rescue lewat foto dan video. Serta edukasi tentang PRB,” tutur Mardi.

Mardi juga menjelaskan bahwa partisipan yang ikut dalam permainan di stand PKPU HI begitu antuasias. Ada berbagai rangkaian acara yang terselenggara selama seminggu ini. Pada tanggal 19 – 21 Oktober 2018 adalah acara Jambore Nasional Penanggulangan Bencana.

Acara ini dibuka dengan tarian khas daerah Sumatera Barat untuk menyambut tamu undangan. Kemudian, acara selanjutnya adalah sambutan dari Ir. Harmensyah, Dipl, S.E., M.M. selaku Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB pada Minggu (21/10) di Medan. Pembukaan hari itu pun ditutup dengan do’a dan para tamu mengelilingi pameran.

Setelah melalui sejumlah rangakaian kegiatan pameran PRB Nasional. Mardi berharap agar masyarakat semakin menyadari akan pentingnya ilmu tentang bencana alam. Selain itu juga, Mardi mengajak agar masyakarat selalu mewaspadai kondisi dan keadaan sekitar.

Puncak bulan PRB Nasional pun dilaksanakan pada hari ini (24/10/2018) di Santika Premiere Dyandra Hotel dan Convention, Kota Medan. Nantinya, ada sekitar 3000 peserta yang terdiri dari pemerintah Republik Indonesia, pemerintah daerah setempat, BNPB serta LSM nasional maupun internasional, akademisi dan lainnya. (PKPU/SU01)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

Bantahan Survei Kompas, Filsafat Ilmu dan Kisah Angsa Hitam

Cara saya berterima kasih kepada Kompas justru memujinya ketika benar dan mengkritiknya ketika salah. Dan saya berkesimpulan dengan ilmu yang saya pelajari, Kompas telah salah menarik kesimpulan dalam publikasi surveinya di bulan Maret 2019.

Pemungutan Suara Ulang Berpotensi Terjadi di Sekitar 10 TPS Surabaya

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Sedikitnya 10 Tempat Pemungutan Suara (TPS)...

Penghitungan dan Rekapitulasi Suara Pemilu 2019 Kota Medan Dimulai Hari Ini

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kota...

Tabrak Satu Mobil dan Empat Motor, Polisi Belum Tetapkan Denny Sebagai Tersangka

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Denny Supari (36), pelaku kecelakaan lalu...

Hingga Kini Tercatat Satu Distrik di Intan Jaya Yang Belum Lakukan Pemungutan Suara

JAYAPURA, SERUJI.CO.ID - Ketua KPU Papua Theodorus Kossay mengakui, hingga...

KPUD Jakarta Percepat “Entri-Pindai” Data Form C1

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta...

Jelang UN SMP, Kemendikbud Minta Ujian Harus Mengutamakan Kejujuran

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP)...

TERPOPULER

Hitung Cepat: Prabowo Menang di 20 Provinsi Namun Kalah Nasional, Begini Perhitungannya

Namun, walau unggul di lebih banyak Provinsi, Prabowo-Sandi secara nasional hanya mampu kumpulkan 45,7 persen suara, masih kalah peroleh suara dari Jokowi-KH Ma’ruf yang unggul di 54,30 persen.

Hitung Cepat: Prabowo Unggul di 20 Provinsi, Jokowi di 14 Provinsi

Terlihat, pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga unggul di 20 provinsi di Indonesia. Sementara pasangan nomor urut 01, Jokowi-KH Ma'ruf Amin hanya unggul di 14 provinsi yang ada di Indonesia.

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Soal Sujud Syukur Prabowo, Begini Pendapat Ketua Bidang Hukum PP Muhammadiyah

Kata Busyro, sujud syukur menjadi tanpa dasar apabila ditujukan untuk merayakan kemenangan, sementara hasil resmi pemilu dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum diumumkan.