Penyelesaian Tapal Batas Rejang Lebong-Kepahiang Belum Tuntas

REJANG LEBONG, SERUJI.CO.ID – Pembahasan penyelesaian tapal batas antara dua kabupaten dalam Provinsi Bengkulu yakni Kabupaten Rejang Lebong dan Kepahiang hingga saat ini masih belum tuntas.

Asisten I Bidang Tata Praja dan Pemerintahan Pemkab Rejang Lebong Pranoto Majid, di Rejang Lebong, Rabu (31/1), mengatakan saat ini persoalan tapal batas antara kabupaten dalam Provinsi Bengkulu di wilayah Kabupaten Rejang Lebong dan Kepahiang masih dalam pembahasan.

“Persoalan tapal batas antara Kabupaten Rejang Lebong dengan Kepahiang saat ini masih menunggu fasilitasi dari Pemprov Bengkulu, walaupun sudah ada rapat awal penegasan tapal batas masing-masing daerah, tetapi belum ada kesepakatan,” katanya lagi.

Kedua pemerintah daerah ini, ujar dia, nantinya akan kembali diundang Pemprov Bengkulu untuk membahas kesepakatan batas antara kedua daerah yang sebelumnya sempat dipersoalkan oleh masing-masing daerah yang mengklaim wilayah-wilayah tertentu.

Dia berharap pembahasan tapal batas kedua daerah ini bisa cepat selesai, karena dari 10 kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu yang masih bermasalah adalah perbatasan antara Rejang Lebong dengan Kabupaten Kepahiang.

“Seluruhnya dominan dan sekarang tinggal penarikan garis batas. Sampai sekarang belum ada kesepakatan, nanti akan dibantu provinsi untuk memfasilitasi perundingannya sehingga tidak berlarut-larut,” ujarnya pula.

Penarikan garis batas wilayah ini, katanya lagi, akan dilakukan di seluruh kawasan perbatasan antara Rejang Lebong dengan Kepahiang mulai dari kawasan Tempel Rejo, Kecamatan Curup Selatan sampai ke kawasan Warung Pojok, Kecamatan Sindang Dataran bahkan sampai ke Simpang Kota Bingin.

Sedangkan untuk perbatasan antarprovinsi yakni Bengkulu dengan Sumatera Selatan, kata dia, tidak mengalami permasalahan baik perbatasan antara Kabupaten Rejang Lebong dengan Kota Lubuklinggau maupun Rejang Lebong dengan Kabupaten Musi Rawas.

“Penentuan batas-batas wilayah ini sangat penting untuk kepentingan administrasi kependudukan, kemudian pelayanan pemerintahan serta untuk kepentingan pelaksanaan Pemilu 2019 mendatang,” kata Pranoto lagi. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

NKRI Bersyariah dan Ruang Publik Inkusif

Saya sendiri berpendapat bahwa dasar negara Republik Indonesia Pancasila sudah sangat memadai sebagai kesepakatan bersama menuju tatanan bernegara yang demokratik sekaligus mewadahi religiusitas inklusif dari segenap warga negara Indonesia termasuk didalamnya mayoritas ummat Islam.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Muru’ah

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Lima Macam Riba Yang Diharamkam

Dokter Bedah Yang Ditahan Kejari Pekanbaru Ini, Gemar Ongkosi Pasien Kurang Mampu

Tak hanya memberi pengobatan gratis, ternyata selama ini drg Masrial juga banyak membantu pasien kurang mampu. Apa saja bentuk bantuan itu?