Penumpang Bandara SMB Pada April 2019 Turun 21,5 Persen

PALEMBANG, SERUJI.CO.ID – Jumlah penumpang yang menggunakan transportasi udara di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang menurun pada April 2019 karena dipengaruhi tingginya harga tiket.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan, Senin (1/7), merilis, jumlah keberangkatan penumpang angkutan udara komersil dari Bandara SMB II pada Mei 2019 sebanyak 122.840 orang. Jumlah tersebut turun 21,56 persen dibanding April 2019 yang tercatat sebesar 156.602 orang.

“Penurunan itu terjadi baik untuk keberangkatan di penerbangan domestik maupun untuk penerbangan internasional,” kata Kepala BPS Sumsel Endang Triwahyuningsih.

Endang melanjutkan penurunan tidak hanya hanya untuk keberandgkatan, namun terpantau juga terjadi di kedatangan penumpang.

Jumlah kedatangan penumpang angkutan udara komersil ke Bandara SMB II pada Mei 2019 secara keseluruhan berjumlah 142.526 orang, diketahui menurun 9,58 persen jika dibandingkan bulan April 2019 yang sebanyak 157.626 orang.

Ia menjelaskan Bandara SMB II merupakan pintu gerbang udara wisata yang penting di kawasan Sumatera bagian Selatan, yang melayani penerbangan domestik maupun penerbangan internasional.

Penerbangan domestik yang berasal dari dan tujuan ke Bandara SMB II melayani Jakarta, Batam, Jambi, Medan, Pangkal Pinang, Lampung, Bengkulu, Padang, Tanjung Pandan, Bandung, dan Yogyakarta.

Sementara penerbangan internasional komersial masih terbatas pada dua negara, berasal dan bertujuan dari dan ke Kota Kuala Lumpur di Malaysia serta Singapura.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Divestasi Freeport

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER