“Pengunjuk Rasa” Bentrok dengan Aparat Keamanan, Polisi Lumpuhkan “Provokator”

0
100
  • 11
    Shares
Simulasi unjuk rasa
Aparat keamanan saat melakukan simulasi pengamanan pemilihan legeslatif dan Pilpres 2019 yang di gelar di lapangan Asga II, Gampong Jawa Kota Langsa, Aceh, Rabu (19/9/2018). (foto:Syahrial/SERUJI)

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Kegiatan unjuk rasa yang dilakukan masyarakat di Kota Langsa, Aceh menimbulkan bentrokan dengan aparat keamanan.

Bentrokan ini berawal saat salah seorang masa pendukung salah satu parpol, tidak terima dengan hasil yang telah ditetapkan oleh petugas KPPS di TPS 005, Kota Langsa. Mereka mencurigai adanya praktek kecurangan dan sabotase saat di lakukan pemungutan suara di TPS tersebut.

Kemudian beberapa pendukung salah satu calon memprotes dengan mendatangi TPS 005 dan menuntut agar pemungutan suara di TPS 005 harus di ulang kembali. Berawal dari sinilah terjadi keributan antara petugas dan beberapa pendukung pasangan calon di TPS 005.

Untung pihak keamanan dengan sigap memberikan pemahanan kepada warga yang keberatan bahwa pelaksanaan pemungutan suara tidak dapat dilakukan ulang.

Kemudian petugas juga berhasil membubarkan masa yang berunjukrasa. Penghitungan suara di TPS 005 tetap dilaksanakan hingga selesai.

Kendati demikian, warga yang tidak puas dengan keputusan hasil suara tiba-tiba mendatangi kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) Langsa dengan membawa masa yang lebih besar lagi. Massa memprotes bahwa pemungutan suara yang telah di lakukan di TPS 005 tidak sah dan harus di lakukan pemungutan suara kembali.

Hal itupun menuai keributan di Kantor KIP Kota Langsa sehingga terjadi bentrokan antara salah satu pendukung Paslon dengan pihak keamanan yang ada di kantor KIP Kota Langsa.

Selang beberapa hari, dua orang warga yang melintas di depan kantor KIP Langsa, melihat ada benda mencurigakan berbentuk kotak. Lantas, warga tersebut melaporkan hal itu kepada petugas pengamanan yang ada di kantor KIP Kota Langsa.

Tidak lama kemudian datang tim identifikasi Polres Langsa untuk mengecek benda yang mncurigakan tersebut. Kemudian Polisi pun memasang Police line di seputaran benda yang mencurigakan tersebut.

Selang beberapa menit pasukan penjinak bom (Jibom) dari Brimob Subden 2 Den B Pelopor Aramia tiba dan langsung melakukan pemeriksaan isi dalam kotak tersebut.

Simulasi Unjuk Rasa
Aparat keamanan saat melakukan simulasi pengamanan pemilihan legeslatif dan Pilpres 2019 yang di gelar di lapangan Asga II, Gampong Jawa Kota Langsa, Aceh, Rabu (19/9/2018). (foto:Syahrial/SERUJI)

Setelah di cek ternyata isi dalam kardus tersebut berisikan bom sehingga masyarakat di himbau untuk menjauh dari titik lokasi kotak tersebut. Gerak cepat tim Jibom mengambil kotak yang berisikan bom tersebut dan membawa ketempat yang lebih aman untuk diledakkan.

Belum selesai disitu, masa kembali mendatangi kantor KIP Langsa dengan membawa masa yang lebih besar lagi sehingga Polres Langsa menurunkan pasukan dalmas untuk membubarkan masa tersebut.

Aksi masa semakin brutal dan tidak terkendali, masa juga melempari petugas dengan sejumlah benda tumpul dan botol air mineral, melihat eskalasi masa yang semakin meningkat, polisi menembakan air ke arah masa dari mobil water canon agar masa dapat terpecah dan segera membubarkan diri.

Ternyata hal itu tidak menyurutkan nyali para pendemo sehingga pihak keamanan menerjunkan pasukan Tri Patra yang terdiri dari Sat Sabhara Polres Langsa, Sat Brimob Subden 2 Den B Pelopor Aramia dan TNI dari Kodim 0104 Atim.

Setelah pasukan Tripatra terjun pendemo belum juga membubarkan diri dan semakin anarkis, sehingga Tim Patra mengambil tindakan dengan cara melumpuhkan salah seorang pendemo yang diduga sebagai provokator pada aksi unjuk rasa di depan kantor KIP Kota Langsa, hingga akhirnya para pendemo membubarkan diri.

Unjuk Rasa tersebut merupakan pengamanan dalam persiapan pencoblosan Pemilihan Legeslatif dan Presiden 2019. Simulasi di gelar di lapangan Asga II, Gampong Jawa Kota Langsa,Aceh, Rabu (19/9).

Kapolres Langsa AKBP Satya Yudha Prakasa SIK mengatakan simulasi ini di lakukan untuk melatih anggota agar memahami tugasnya pada saat pelaksanaan pengamanan pemilihan legeslatif dan pilpres 2019 mendatang. (Syahrial/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU