“Pengunjuk Rasa” Bentrok dengan Aparat Keamanan, Polisi Lumpuhkan “Provokator”

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Kegiatan unjuk rasa yang dilakukan masyarakat di Kota Langsa, Aceh menimbulkan bentrokan dengan aparat keamanan.

Bentrokan ini berawal saat salah seorang masa pendukung salah satu parpol, tidak terima dengan hasil yang telah ditetapkan oleh petugas KPPS di TPS 005, Kota Langsa. Mereka mencurigai adanya praktek kecurangan dan sabotase saat di lakukan pemungutan suara di TPS tersebut.

Kemudian beberapa pendukung salah satu calon memprotes dengan mendatangi TPS 005 dan menuntut agar pemungutan suara di TPS 005 harus di ulang kembali. Berawal dari sinilah terjadi keributan antara petugas dan beberapa pendukung pasangan calon di TPS 005.

Untung pihak keamanan dengan sigap memberikan pemahanan kepada warga yang keberatan bahwa pelaksanaan pemungutan suara tidak dapat dilakukan ulang.


Kemudian petugas juga berhasil membubarkan masa yang berunjukrasa. Penghitungan suara di TPS 005 tetap dilaksanakan hingga selesai.

Kendati demikian, warga yang tidak puas dengan keputusan hasil suara tiba-tiba mendatangi kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) Langsa dengan membawa masa yang lebih besar lagi. Massa memprotes bahwa pemungutan suara yang telah di lakukan di TPS 005 tidak sah dan harus di lakukan pemungutan suara kembali.

Hal itupun menuai keributan di Kantor KIP Kota Langsa sehingga terjadi bentrokan antara salah satu pendukung Paslon dengan pihak keamanan yang ada di kantor KIP Kota Langsa.

Selang beberapa hari, dua orang warga yang melintas di depan kantor KIP Langsa, melihat ada benda mencurigakan berbentuk kotak. Lantas, warga tersebut melaporkan hal itu kepada petugas pengamanan yang ada di kantor KIP Kota Langsa.

Tidak lama kemudian datang tim identifikasi Polres Langsa untuk mengecek benda yang mncurigakan tersebut. Kemudian Polisi pun memasang Police line di seputaran benda yang mencurigakan tersebut.

Selang beberapa menit pasukan penjinak bom (Jibom) dari Brimob Subden 2 Den B Pelopor Aramia tiba dan langsung melakukan pemeriksaan isi dalam kotak tersebut.

Simulasi Unjuk Rasa
Aparat keamanan saat melakukan simulasi pengamanan pemilihan legeslatif dan Pilpres 2019 yang di gelar di lapangan Asga II, Gampong Jawa Kota Langsa, Aceh, Rabu (19/9/2018). (foto:Syahrial/SERUJI)

Setelah di cek ternyata isi dalam kardus tersebut berisikan bom sehingga masyarakat di himbau untuk menjauh dari titik lokasi kotak tersebut. Gerak cepat tim Jibom mengambil kotak yang berisikan bom tersebut dan membawa ketempat yang lebih aman untuk diledakkan.

Belum selesai disitu, masa kembali mendatangi kantor KIP Langsa dengan membawa masa yang lebih besar lagi sehingga Polres Langsa menurunkan pasukan dalmas untuk membubarkan masa tersebut.

Aksi masa semakin brutal dan tidak terkendali, masa juga melempari petugas dengan sejumlah benda tumpul dan botol air mineral, melihat eskalasi masa yang semakin meningkat, polisi menembakan air ke arah masa dari mobil water canon agar masa dapat terpecah dan segera membubarkan diri.

Ternyata hal itu tidak menyurutkan nyali para pendemo sehingga pihak keamanan menerjunkan pasukan Tri Patra yang terdiri dari Sat Sabhara Polres Langsa, Sat Brimob Subden 2 Den B Pelopor Aramia dan TNI dari Kodim 0104 Atim.

Setelah pasukan Tripatra terjun pendemo belum juga membubarkan diri dan semakin anarkis, sehingga Tim Patra mengambil tindakan dengan cara melumpuhkan salah seorang pendemo yang diduga sebagai provokator pada aksi unjuk rasa di depan kantor KIP Kota Langsa, hingga akhirnya para pendemo membubarkan diri.

Unjuk Rasa tersebut merupakan pengamanan dalam persiapan pencoblosan Pemilihan Legeslatif dan Presiden 2019. Simulasi di gelar di lapangan Asga II, Gampong Jawa Kota Langsa,Aceh, Rabu (19/9).

Kapolres Langsa AKBP Satya Yudha Prakasa SIK mengatakan simulasi ini di lakukan untuk melatih anggota agar memahami tugasnya pada saat pelaksanaan pengamanan pemilihan legeslatif dan pilpres 2019 mendatang. (Syahrial/Hrn)

KONSULTASI

Benang Kusut Reformasi Agraria

Bila penyelesaian konflik pertanahan dilakukan hanya mendasar kepada tujuan peningkatan elektabilitas, maka hal itu bukanlah penyelesaian yang konfrehensif sesuai amanat Reformasi Agraria yang dicita-citakan.
Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Ibu Muda Ini Sudah Harus Cuci Darah, Inilah Penyebabnya

Usia masih muda, tapi wanita ini sudah harus menjalani cuci darah rutin. Apa penyebabnya? simak penjelasan dr. Irsyal Rusad., dokter spesialis penyakit dalam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Baca Juga

Benang Kusut Reformasi Agraria

Bila penyelesaian konflik pertanahan dilakukan hanya mendasar kepada tujuan peningkatan elektabilitas, maka hal itu bukanlah penyelesaian yang konfrehensif sesuai amanat Reformasi Agraria yang dicita-citakan.

Katakanlah dengan Meme: Genre Baru Komunikasi Politik

Meme politik, bagaimana pengaruhnya dalam perpolitikan terkini

Survei IndEX: Elektabilitas PDIP Terus Anjlok Jelang Hari Pemilihan

Kembali elektabilitas PDIP diprediksi terpuruk pada Pemilu 2019 ini.

Bantah Tudingan Berkhianat, Begini Alasan PBB Akhirnya Dukung Jokowi

Menolak disebut berkhianat, ini alasan PBB dukung Jokowi

Bantah Ada Persekusi Jurnalis di Munajat 212, Panitia: Ada Upaya Framing Negatif

Panitia Munajat 212 menduga ada upaya pengalihan isu dan framing negatif terhadap acara 'Munajat 212'.

Dukung Program Pariwisata, PT KAI Hidupkan 4 Jalur Kereta di Jawa Barat

4 jalur kereta api di Jabar kembali dihidupkan. Inilah jalur-jalurnya

Sesalkan Persekusi Terhadap Jurnalis Saat Acara ‘Munajat 212’, PWI Minta Polisi Usut Tuntas

PWI kecam kekerasan terhadap jurnalis saat acara Munajat 212, minta polisi usut tuntas.

Kampanye di Lembaga Pendidikan, Caleg PSI Ditetapkan Sebagai Tersangka

Caleg PSI jadi tersangka pidana pemilu.

Survei IndEX: Elektabilitas PDIP Terus Anjlok Jelang Hari Pemilihan

Kembali elektabilitas PDIP diprediksi terpuruk pada Pemilu 2019 ini.

Bantah Tudingan Berkhianat, Begini Alasan PBB Akhirnya Dukung Jokowi

Menolak disebut berkhianat, ini alasan PBB dukung Jokowi

Kampanye di Lembaga Pendidikan, Caleg PSI Ditetapkan Sebagai Tersangka

Caleg PSI jadi tersangka pidana pemilu.

The Habibie Center: Sudirman Harus Buktikan Pertemuan Rahasia Jokowi-Bos Freeport

Pengamat menilai Sudirman harus ungkap bukti-bukti dari pernyataannya, apalagi ada yang bertolak belakang dari yang disampaikan pada 2015 silam.

TERPOPULER

Jokowi Sebut Tak Ada Karhutla Sejak 3 Tahun Terakhir, Tapi Data Mengatakan Sebaliknya

Jokowi katakan tidak ada kebakaran hutan dan lahan sejak 3 tahun terakhir, tapi SERUJI temukan fakta berbeda...

Pantai Losari, Pusat Kuliner Khas Warga Bugis-Makassar

Jalan-jalan ke Makassar, jangan lupa mampir ke restoran terpanjang di Indonesia. Apa itu, simak laporan SERUJI

Survei LSI: Kembali Diprediksi Tak Lolos ke Senayan, Inilah Elektabilitas PSI

PSI tetap diperkirakan tidak lolos ke Senayan.

Terjadi Ledakan Petasan di Parkir Timur Senayan Saat Debat Capres Berlangsung

Ledakan di Parkir Timur Senayan saat Dabet Capres ternyata berasal dari petasan

Benang Kusut Reformasi Agraria

Bila penyelesaian konflik pertanahan dilakukan hanya mendasar kepada tujuan peningkatan elektabilitas, maka hal itu bukanlah penyelesaian yang konfrehensif sesuai amanat Reformasi Agraria yang dicita-citakan.