Pengamat: Kapal Buronan Interpol Kerap Ganti Identitas

SABANG, SERUJI.CO.ID – Kapal Andrey Dolgov yang menjadi boronan Interpol dan ditangkap Kapal Angkatan Laut (KAL) Simeulue di lepas pantai Sabang, Provinsi Aceh, Jumat (6/5) sudah berulang kali menggantikan identitasnya.

“Kapal tangkapan STS-50 (Andrey Dolgov) yang ditangkap KAL Simeulu dan digiring ke Dermaga Lanal Sabang sering menggunakan indentitas palsu,” kata Pemerhati Kemaritiman asal Sabang Muslim Ahmad di Sabang, Ahad (8/4).

“Sebelum ditangkap di Indonesia kapal tersebut menggunakan nama Sea Breeze, STD-2, Alda dan terakhir Andrey Dolgov atau lebih dikenal STS-50,” sebut Muslim yang lebih dikenal dengan sebutan Cek Mint dan aktif dalam mendukung informasi operasi Sar Laut.

Pemerhati Kemaritim tersebut juga menjelaskan, kapal buronan Interpol yang ditangkap KAL Simeulue di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) sekitar 23 mil dari lepas pantau Pulau Weh (Sabang), Provinsi Aceh diketahui pernah menggunakan delapan bendera meliputi Afrika, Samudera Pasifik dan Asia.

Kapal STS-50 pernah menggunakan delapan bendera yaitu, Sierra Leone, Namibia, Togo, Kamboja, Korea Selatan, Jepang, Mikronesia, Filiphina, rincinya detail.

“Bahkan kapal STS-50 juga penah memalsukan ikan hasil tangkapan dan dijual ke beberapa negara,” tambah pemerhati kemaritiman tersebut.

Pada kesempatan itu ia menyatakan dukungannya kepada Pemerintah Indonesia terkhusus Kementerian Kelautan (KKP) yang konsisten memberantas dan menangkap kapal pencuri ikan di teritorial Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Salah seorang anak buah kapal (ABK) Andrey Dolgon atau STS-50 asal Indonesia Santoso di Pangkalan Lanal Sabang mengakui melakukan tangkapan ikan sampai ke Antartika dan sekitarnya.

“Menangkap ikan di laut Antartika dan ikan hasil tangkapan tersebut pernah kami jual ke Thailand, tapi tidak mau beli. Kemudian kami jual ke China,” kata ABK tersebut yang mengaku sudah 10 bulan ikut bersama kapal boronan Interpol.

Santoso juga menjelaskan, dominan ABK asal Indonesia yang bekerja di Kapal Andrey Dolgov berangkat dari Jakarta tujuan Thailand dan ia bersama sejumlah temannya naik kapal STS-50 di Thailand dan pihak agen menjanjikan gaji 350 US Dolar Amerika/bulan.

“Kalau kebutuhan logistik para ABK selama pelayaran pihak agen membelinya dari Negara Republik China,” ujar pria asal Jawa Tengah itu.

Diketahui, kapal buronan Interpol tersebut jumlah ABK-nya keseluruhan sebanyak 30 orang, termasuk 20 diantaranya warga Indonesia (WNI) dan delapan orang warga Negara Rusia, dua orang warga Negara Ukraina diduga melakukan pelanggaran perikanan.

Panglima Komando Armada Barat Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Yudo Margono saat jumpa pers di Pangkalan Lanal Sabang, Provinsi Aceh, Sabtu sore menyatakan Kapal Andrey Dolgov memasang bendera Negara Togo (Afrika) hanya untuk alibi.

“Di atas kapal ditemukan pukat dan untuk sementara sesuai informasi yang diperoleh dari Interpol diduga mereka melakukan pelanggaran perikanan,” kata Laksamana Muda TNI Yudo Margono yang turut didampingi Komandan Lantamal I Belawan Laksamana Pertama TNI Ali Triswanto, Komandan Lanal Sabang Kolonel Laut (P) Kicky Salvachdie.

“Kapal ini sebelumnya pada Oktober 2017 pernah ditangkap di China, kemudian Februari 2018 ditangkap di Mozambik (Afrika),” tambah Pangarmabar.

Kapal Andrey Dolgor bersama 30 ABK-nya dan 20 diantaranya WNI masih ditahan di Pangkalan Lanal Sabang, Provinsi Aceh.

Margono juga mengatakan, proses hukum terhadap kapal buronan interpol tersebut nantinya akan diserahkan kepada Satgas 115 yang dibentuk Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sikap PSI Tolak Perda Syariah Dapat Dikategorikan Anti Pancasila dan Konstitusi

Untuk masyarakat daerah yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam, tentunya wajar bahkan wajib bagi mereka untuk memperjuangkan adanya Perda-Perda yang berdasarkan Syariat Islam di daerahnya. Jadi tidaklah tepat bila kita atau siapapun, partai politik manapun, kelompok manapun, bahkan pemerintah sekalipun ingin menghempang suatu Perda yang bernuansa Syariah.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.