Pencarian Korban KM Sinar Bangun Resmi Dihentikan Hari Ini

3
114
Korban KM Sinar Bangun dibawa dengan ambulance (foto:istimewa)

SIMALUNGUN, SERUJI.CO.ID – Pencarian korban dan bangkai Kapal Motor (KM) Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba resmi dihentikan hari ini, Selasa (3/7), setelah 16 hari tim SAR melakukan pencarian sejak kapal tersebut dilaporkan tenggelam.

Hal itu disampaikan Kepala Kanto SAR Medan, Budiawan setelah sebelumnya melakukan musyawarah antara tim SAR gabungan dengan pihak keluarga korban yang difasilitasi pemerintah Kabupaten Simalungun.

“Kita sudah musyawarah antara Tim SAR Gabungan, keluarga korban, yang dimotori Bupati Simalungun JR Saragih bahwa korban sejumlah 164 orang itu akan diikhlaskan oleh para keluarga korban,” ungkap Budiawan kepada media di Dermaga Tigaras, Simalungun, Selasa (3/7).

Loading...

Namun, lanjut Budiawan, penghentian pencarian tersebut hanya untuk operasi tingkat nasional.

“Pencarian tingkat lokal masih dilakukan, dengan memantau perairan di Danau Toba secara berkesinambungan,” jelasnya.

Lebih lanjut Budiawan menjelaskan bahwa personel SAR yang berasal dari Kota Medan, Kabupaten Simalungun tetap disiagakan di sekitar Dermaga Tigaras di Danau Toba.

Baca juga: Akhirnya Basarnas Bersama ITB Berhasil Temukan Lokasi KM Sinar Bangun

“Secara operasi pencarian dihentikan, tapi personel SAR Kota Medan dan SAR Simalungun tetap stand by di sekitar Dermaga untuk memantau jika ada jasad korban yang mengapung,” pungkasnya.

Hingga hari ini, setelah hari ke 16 pencarian, tim SAR telah berhasil mengevakuasi 24 penumpang KM Sinar Bangun. Sebanyak 21 orang dalam kondisi selamat dan tiga orang lainnya dalam keadaan sudah meninggal dunia.

Dari informasi jumlah penumpang kapal, sebanyak 164 orang masih belum ditemukan hingga hari ini. (ARif R/Hrn)

3 KOMENTAR

  1. Harusnya ini jadi tantangan besar buat basarnas dan team untuk mempertajam kemampuan.

    Tapi semua ini kurang dapat dukungan alat yg memadai.

    Akankah begini terus? Negara harus punya keinginan dan kegigihan.

    Tapi kami tetap haturkan terima kasih atas usaha team SAR.

    Bencana lain menunggu di bali.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU