Pemkot Palembang Tambah Kolam Retensi dari Lahan Hibah

PALEMBANG, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Kota Palembang menambah satu kolam retensi yang memanfaatkan lahan hibah dari masyarakat peduli dengan pencegahan banjir.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang Bastari Yusak di Palembang, Jumat (9/3), mengatakan rencana pembangunan kolam retensi salah satunya di sekitar kawasan Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang.

“Rencananya akan dibangun kolam retensi dengan target selesai pada Oktober mendatang,” kata dia.

Ia mengatakan pemkot mendapatkan hibah lahan dari RSMH untuk pembuatan kolam retensi. Sehingga pengerjaan dapat langsung dikerjakan tahun ini.

“Saat ini proses pengerjaan sedang dalam tahap tender sehingga pengerjaan fisik diperkirakan pada Mei dengan waktu penyelesaian enam bulan sehingga diperkirakan Oktober atau setidaknya November 2018 akan selesai,” kata dia.

Bastari mengatakan dengan lahan 7.000-8.000 meter persegi (m2), kolam dibangun dengan kedalaman 3 meter. Pengerjaan menggunakan murni dana APBD Rp2 miliar.

Kolam ini akan mempercepat waktu genangan dan mengurangi tinggi genangan, terutama di seputar RSMH, Jalan dr Muhammad Ali, dan Lorong Hanan.

“Sementara untuk saat ini kami belum memasang pompanya, baru untuk serapan air saja,” kata dia.

Menurut dia, idealnya memang setiap kolam retensi memiliki pompa air, pintu air dan listrik. Lantaran tak memiliki anggaran yang cukup, maka pemgadaan pompa ditunda dan akan dianggarkan di lain waktu.

“Ke depan akan kita anggarkan untuk pompa serta kita siapkan untuk pemeliharaan pompanya,” kata dia.

Dibandingkan tahun sebelumnya yang tidak melakukan pembangunan kolam retensi, tahun ini selain Kolam Retensi RSMH, dibangun Kolam Retensi Brimob dengan menggunakan dana APBN melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Wilayah Sumatera VIII.

Kepala BBWS Wilayah Sumatera VIII, Suparji, melalui Kabid Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Dave Muchaimin, kebutuhan dana pembuatan kolam retensi tersebut sekitar Rp25 miliar bersumber dari APBN. Hanya saja saat ini dana yang dialokasikan baru Rp10 miliar.

Sisanya akan disediakan kemudian. Dana yang ada ini akan dipergunakan untuk penggalian dan pengadaan dua pompa.

“Saat ini sudah tahap tender dan akan mulai pengerjaan April nanti. Dengan fasilitas dua pompa masing-masing kapasitas 1.000 liter per detik, area kolam juga akan dibuat seperti di Kambang Iwak, dilengkapi taman, dan jogging track,” ujar dia. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.