FPI Kabupaten Indragiri Hulu Gelar Muswilub

INDRAGIRI HULU – Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Indragiri Hulu menggelar musyawarah wilayah luar biasa (Muswilub), Kamis (23/2) atau 26 Jumadil Awwal 1438 H. Acara ini diadakan di Sekretariat Lembaga Adat Melayu Indragiri Hulu, Jalan Gerbang Sari, Pematang Reba, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Acara tersebut dimulai pagi tadi sejak pukul 09.00 WIB dan berakhir selepas tengah hari pada pukul 14.30 WIB.

M. Zulkifli sebagai ketua pelaksana muswilub mengungkapkan bahwa terbentuknya Front Pembela Islam di Kabupaten Indragiri Hulu akan memberikan manfaat positif khususnya untuk umat muslim dan kehidupan beragama secara menyeluruh.

“Kehadiran FPI di Indragiri Hulu membuktikan bahwa FPI yang selama ini diberitakan buruk di media ternyata hanyalah pembentukan opini saja,” tegasnya.

Dalam acara Muswilub ini hadir juga Ustad H Hasanuddin sebagai ketua bidang organisasi DPP FPI. Dia merasakan ghirah perjuangan umat muslim sangatlah besar. Hasanuddin menambahkan bahwa jika FPI semakin diberitakan buruk di media, maka semakin banyak juga daerah yang ingin membentuk DPW FPI di daerah-daerah.

Menurutnya, setelah ini ia akan membentuk DPW FPI Kabupaten Bengkalis yang akan dilaksanakan di Duri, lalu terbang ke Surabaya dan Madura. “Pemberitaan buruk tentang FPI itu adalah iklan gratis yang diberikan media,” katanya.

Dalam acara tersebut hadir juga Ketua DPD FPI Riau Ustad Ade Hasibuan, Pangda Madar LPI Riau M Zein, SP dan Danpropam Badan Anti Teror LPI Riau yang ikut menyukseskan Muswilub FPI Kabupaten Indragiri Hulu. Juga tampak hadir tokoh masyarakat lembaga adat melayu H Zulkifli Ghani dan perwakilan dari Departemen Agama Inhu Ustadz Razuki Ridwan

Muswilub ini menghasilkan tujuh nama yang akan dibawa ke DPP FPI untuk dipertimbangkan sebagai pengurus DPW FPI Indragiri Hulu, yaitu M. Zulkifli, Teguh Wahyudi, Masnur, M. Amin, Deseven, Ali Fahmi Aziz, dan Sarum.

EDITOR: Rizky

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Al Ghazali dan Dendam Anak-Anak Revolusi

Di masa Orde Baru adalah anak-anak yang bapak/ibunya dibunuh atau dipenjarakan Suharto. Di masa ini mereka adalah anak-anak yang bapaknya dipenjarakan Jokowi karena berbeda pandangan politik.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER