Pasien RSJ Kerap Ditolak untuk Kembali ke Keluarga

0
37
ernaldi bahar
RS Ernaldi Bahar di Palembang. (Foto: Istimewa)

KOTABARU, SERUJI.CO.ID – Pasien rumah sakit jiwa (RSJ) yang telah memasuki fase pemulihan atau secara medis dinyatakan sembuh, kerap ditolak untuk kembali ke keluarga dengan beragam alasan sehingga selalu menjadi beban institusi kesehatan.

Wakil Direktur Medik dan Keperawatan RS Ernaldi Bahar di Palembang, Kamis (5/10) mengatakan, lantaran tidak dibawa pulang oleh keluarga membuat jumlah pasien dan penghuni RSJ semakin bertambah setiap tahun.

“Bahkan ada yang sampai meninggal di rumah sakit karena tidak pernah dibawa pulang keluarganya,” kata dia.

Ia mengatakan, sebagaian besar keluarga pasien beralasan demi keamanan lingkungan bertetangga karena masyarakat umumnya melakukan penolakan terhadap mantan pasien RSJ.

“Pernah suatu kejadian, masyarakat juga melarang dikuburkan di TPU. Ini yang menjadi persoalan, padahal jika pasien RSJ ini dirawat dengan baik, maka dipastikan bisa sembuh dan bisa beraktivitas seperti biasa. Tinggal lagi bagaimana penerimaan masyarakat,” ujar dia.

Ia mengatakan penyebab utama gangguan jiwa sejauh ini masih didominasi oleh faktor ekonomi.

Hal ini dapat terpantau di Panti Rehabilitasi Pengemis Gelandangan dan Orang Terlantar Palembang yakni terdapat 165 orang.

Jumlah ini berfluktuasi karena Kota Palembang berbatasan juga dengan kota dan kabupaten lain.

Ia tidak menyangkal, dalam menyambut ajang Asian Games tahun 2018, para gelandangan pengemis maupun orang terlantar ini cukup menjadi sorotan terkait perwajahan kota.

“Baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kota telah turun tangan di berbagai tempat terutama di tempat-tempat umum dan pusat keramaian. Tapi faktor penurunan kesejahteraan masyarakat juga sangat berpengaruh besar, khususnya di kota besar,” ujar dia.

Sementara itu, khusus pada peringatan Hari Kesehatan Jiwa sedunia pada bulan ini, RSJ Ernaldi Bahar memberikan pelayanan Panti Rehabilitasi Pengemis Gelandangan dan Orang Terlantar Palembang menggandeng Bank Sumsel Babel.

Selain melakukan pelayanan berupa pemeriksaan medis dan psikis terhadap penghuni panti, RSJ Erba juga memberikan bantuan berupa bahan bangunan, sembako dan dana untuk ongkos pekerja memperbaiki panti tersebut. (Ant/SU02)

Komentar

BACA JUGA

Ratusan Bangunan Warisan Budaya, Belum Dapat Rekomendasi Cagar Budaya

 KULON PROGO, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 300 bangunan warisan budaya yang tersebar di 12 kecamatan, di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, belum mendapat rekomendasi...

Gunakan Ijaazah Palsu, KPU Tak Loloskan Kandidat Petahana

SENTANI, SERUJI.CO.ID - Kandidat petahana dalam Pilkada Mimika yakni Eltinus Omaleng yang berpasangan dengan Johanes Rettob, dinyatakan tidak memenuhi syarat menjadi peserta pilkada serentak...

Dua Pemukiman Terbakar Akibat Karhutla, Polisi Tindak Tegas Pelaku

PONTIANAK, SERUJI.CO.ID - Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Irjen Pol Didi Haryono mengatakan telah memerintahkan seluruh jajaran untuk menangkap pelaku pembakaran lahan dan menindak...

Bawaslu: Kabupaten Badung Rawan Pelanggaran Pilkada Bali

DENPASAR, SERUJI.CO.ID - Badan Pengawas Pemilu Provinsi Bali menyatakan Kabupaten Badung menjadi daerah yang paling rawan terjadi pelanggaran Pilkada Bali 2018, dibandingan dengan delapan...

Cegah Kenakalan Remaja, Pemkot Berlakukan Jam Malam Pelajar

TERNATE, SERUJI.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, Maluku Utara (Malut) akan memberlakukan jam malam kepada pelajar di daerah ini, untuk mencegah mereka melakukan tindakan...
loading...
Ilustrasi

Sudah Tepatkah Berlomba-lomba Membuka Minimarket Ummat?

Gegap gempita ummat berjamaah mendirikan Koperasi dengan usaha minimarket perlu diapresiasi. Pasalnya telah tumbuh kesadaran bagaimana menumbuhkan ekonomi ummat supaya lebih berdaya di negeri...
IMG20180217143208

Mengenal Istana Kuning di Kabupaten Kotawaringin Barat

Kotawaringin Barat - Terlintas dalam benak kita sebutan Istana Kuning maka warnanya akan kuning semua. Namun beda dengan Istana Kuning yang berada di tengah...
IMG_20180214_093436_928

Pilkada Calon Tunggal, Demokratiskah?

Pemilihan kepala daerah serentak sudah dalam hitungan bulan lagi.  Harapan akan pesta demokrasi dengan menggunakan hak pilihnya untuk menentukan calon pemimpin daerahnya.  Begitu juga...